Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan Jumat pagi mengalami penurunan sebesar 17,42 poin, atau sekitar 0,28 persen, dan tercatat pada level 6.112,77.
Penurunan ini terjadi di tengah gejolak pasar global yang dipicu oleh data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan inflasi lebih tinggi dari perkiraan serta aksi jual di sektor energi.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada melemahnya IHSG antara lain:
- Penguatan dolar AS yang menekan nilai aset berdenominasi rupiah.
- Harga minyak mentah yang turun, menurunkan ekspektasi keuntungan bagi perusahaan energi publik.
- Kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral utama.
Berikut ringkasan pergerakan IHSG pada hari Jumat:
| Waktu | Indeks | Perubahan |
|---|---|---|
| Pembukaan | 6.112,77 | -17,42 (0,28%) |
| Sekarang | 6.112,77 | – |
Meskipun penurunan ini terkesan moderat, investor tetap waspada karena volatilitas pasar internasional dapat mempengaruhi likuiditas dan sentimen beli di dalam negeri. Analis memperkirakan IHSG dapat berfluktuasi dalam kisaran 6.100 hingga 6.200 poin selama pekan ini, tergantung pada perkembangan data ekonomi global dan kebijakan moneter.
Secara umum, pergerakan ini menegaskan pentingnya diversifikasi portofolio dan pemantauan terus-menerus terhadap faktor eksternal yang dapat memengaruhi pasar modal Indonesia.