Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Baru-baru ini beredar di media sosial, khususnya Facebook, sebuah foto yang diklaim menampilkan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp10 miliar kepada Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati (atau Menkeu Purbaya?). Klaim tersebut cepat menyebar dan menimbulkan spekulasi tentang adanya dukungan finansial langsung dari Saudi ke pemerintah Indonesia.
Tim verifikasi Antara News melakukan penelusuran dan menemukan bahwa foto tersebut bukan merupakan momen penyerahan bantuan. Gambar itu diambil pada tahun 2022 dalam rangka kunjungan kenegaraan Raja Salman ke Indonesia, saat ia bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Keuangan saat itu. Tidak ada dokumentasi resmi maupun pernyataan resmi yang menyebutkan penyerahan dana tunai senilai Rp10 miliar.
Kementerian Keuangan Indonesia juga mengonfirmasi bahwa tidak ada penerimaan bantuan tunai dalam bentuk tersebut dari pemerintah Arab Saudi. Sebagai lembaga yang transparan, Kemenkeu rutin melaporkan semua sumber bantuan luar negeri melalui portal resmi dan laporan ke DPR, namun tidak ada catatan mengenai bantuan tunai sebesar itu.
Selain itu, Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menegaskan bahwa hubungan keuangan antara kedua negara lebih bersifat kerja sama investasi, proyek energi, serta bantuan teknis, bukan bantuan uang tunai pribadi dari raja. Bantuan resmi biasanya disalurkan melalui lembaga resmi, bukan secara pribadi.
Berita hoaks semacam ini sering dimanfaatkan untuk menimbulkan kepanikan atau mempengaruhi opini publik. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu netizen mengidentifikasi informasi palsu:
- Periksa sumber asli: Pastikan foto atau video berasal dari sumber yang kredibel, seperti kantor berita resmi atau akun pemerintah.
- Bandingkan tanggal dan konteks: Foto lama yang dipasangkan dengan pernyataan baru dapat menyesatkan.
- Cari pernyataan resmi: Jika ada klaim signifikan, biasanya akan ada klarifikasi dari kementerian terkait.
- Gunakan layanan fakt‑checking: Situs‑situs seperti Antara Fact‑Check atau TurnBackhoax menyediakan verifikasi independen.
Dengan memahami cara kerja verifikasi, masyarakat dapat lebih kritis terhadap informasi yang beredar dan mengurangi penyebaran hoaks yang dapat merusak kepercayaan publik.