Setapak Langkah – 01 Juli 2026 | Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi ajang introspeksi bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memperkuat proses transformasinya. Upaya ini bertujuan menjadikan institusi kepolisian lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang akurat serta bersifat humanis.
Dalam sambutan resmi, Kepala Kepolisian Nasional menegaskan bahwa transformasi tidak hanya soal perubahan struktural, melainkan meliputi tiga pilar utama:
- Profesionalisme: Peningkatan kompetensi personel melalui pendidikan berkelanjutan dan sertifikasi standar internasional.
- Adaptabilitas: Penguatan kemampuan menanggapi dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi yang terus berubah.
- Orientasi Layanan: Penekanan pada pendekatan yang lebih empatik, responsif, dan berbasis data dalam setiap interaksi dengan masyarakat.
Selain tiga pilar tersebut, Polri menambahkan dua fokus strategis yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan:
| Tahun | Target Utama | Indikator Keberhasilan |
|---|---|---|
| 2024 | Penerapan Sistem Informasi Kepolisian Terintegrasi | 80% unit wilayah terhubung secara real‑time |
| 2026 | Rekrutmen dan Pelatihan Personel Berbasis Kompetensi | 90% anggota lulus sertifikasi kompetensi inti |
| 2028 | Peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat | Skor kepuasan publik naik menjadi 85/100 |
Implementasi teknologi informasi, seperti penggunaan data analytics dan platform digital untuk layanan daring, menjadi bagian integral dalam upaya meningkatkan presisi operasional. Di sisi lain, program kesejahteraan anggota, termasuk peningkatan fasilitas kesehatan dan dukungan psikologis, diharapkan dapat menumbuhkan sikap humanis dalam penegakan hukum.
Polri menutup peringatan dengan menegaskan komitmen berkelanjutan untuk menjadikan institusi yang tidak hanya efektif dalam menegakkan hukum, tetapi juga dipercaya dan dihormati oleh masyarakat sebagai mitra keamanan yang humanis.