Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Dalam sambutan terbarunya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menekankan bahwa Indonesia perlu memperkuat kemandirian nasional di tengah dinamika ekonomi dunia yang tidak menentu. Ia menyatakan bahwa ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta gangguan rantai pasok global menuntut negara untuk mengandalkan kemampuan produksi dalam negeri.
Prabowo menyoroti bahwa pemerintah telah menata kebijakan fiskal dengan hati-hati, menjaga defisit tetap terkendali, serta memastikan likuiditas pasar tetap stabil. Sebagai bagian dari strategi tersebut, target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2026 ditetapkan sebesar 5,61 %, yang diharapkan dapat menjaga momentum pemulihan pasca‑pandemi.
- Penguatan sektor industri manufaktur melalui insentif investasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
- Pengembangan infrastruktur digital untuk mendukung ekonomi berbasis pengetahuan.
- Peningkatan ketahanan pangan dengan memperluas area pertanian modern.
- Diversifikasi ekspor ke pasar non‑tradisional guna mengurangi ketergantungan pada satu wilayah.
Selain itu, Prabowo menekankan perlunya reformasi struktural, termasuk penyederhanaan regulasi dan perbaikan iklim usaha, agar iklim investasi domestik dan asing tetap menarik. Ia menutup dengan harapan bahwa semangat “berdikari” tidak hanya menjadi slogan, melainkan menjadi landasan kebijakan jangka panjang yang dapat menstabilkan perekonomian Indonesia di tengah gejolak global.