Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Sebuah pembangkit listrik skala kecil di Inggris terpaksa menghentikan operasionalnya selama empat hari setelah menjadi korban serangan siber yang diperkirakan berasal dari kelompok peretas berafiliasi dengan Iran.
Pihak berwenang di Inggris, termasuk National Cyber Security Centre (NCSC), mengidentifikasi jejak digital yang menunjukkan keterlibatan aktor negara Iran. Menurut analisis teknis, malware yang digunakan memiliki pola serangan yang sebelumnya terkait dengan grup peretas yang dikenal melakukan operasi siber terhadap infrastruktur kritis.
Akibat gangguan, pembangkit tidak dapat menghasilkan listrik sesuai jadwal, memaksa operator mengandalkan sumber cadangan dan menimbulkan penurunan pasokan listrik di wilayah sekitarnya. Kerugian finansial diperkirakan mencapai ratusan ribu pound, sementara kepercayaan publik terhadap keamanan sistem energi mengalami penurunan.
Respons pemerintah Inggris meliputi langkah-langkah berikut:
- Peningkatan pemantauan jaringan secara real‑time untuk mendeteksi ancaman serupa.
- Kolaborasi dengan lembaga keamanan siber internasional untuk pertukaran intelijen.
- Penerapan pembaruan keamanan pada sistem kontrol industri (ICS) di seluruh sektor energi.
- Pengumuman sanksi tambahan terhadap entitas yang diduga mendukung kelompok peretas tersebut.
Insiden ini menegaskan tren global di mana serangan siber yang disponsori negara semakin menargetkan infrastruktur vital seperti pembangkit listrik, jaringan air, dan transportasi. Pakar keamanan menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam pertahanan siber serta peningkatan kesadaran operasional untuk mengurangi risiko serangan di masa depan.