Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Lilur, baru‑baru ini mengungkapkan faktor‑faktor utama yang dapat membuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) melesat ke tingkat yang lebih tinggi.
- Kolaborasi lintas sektoral: Menggabungkan sumber daya dari kementerian terkait, organisasi keagamaan, serta perusahaan swasta untuk memperluas jaringan distribusi.
- Pengawasan mutu gizi: Menetapkan standar kualitas bahan makanan dan melakukan audit rutin agar manfaat gizi tetap optimal.
- Pelibatan masyarakat: Mengedukasi orang tua dan guru tentang pentingnya gizi seimbang serta melibatkan mereka dalam proses pemilihan menu.
- Penggunaan teknologi informasi: Membuat platform digital yang memantau real‑time distribusi dan kebutuhan daerah yang paling terdampak.
- Pendanaan berkelanjutan: Mengoptimalkan skema CSR (Corporate Social Responsibility) serta menggalang dana melalui donasi publik dan hibah internasional.
Gus Lilur menambahkan bahwa dengan memperkuat kelima pilar tersebut, program MBG dapat “meroket” atau tumbuh secara eksponensial, mengurangi tingkat kekurangan gizi, serta meningkatkan prestasi belajar anak‑anak di seluruh Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan dana, sehingga kepercayaan publik tetap terjaga dan partisipasi masyarakat dapat terus meningkat. “Jika semua pihak berkomitmen, tidak ada yang mustahil bagi MBG untuk menjangkau setiap sudut negeri,” ujar Gus Lilur.
Langkah selanjutnya, menurut NBI, adalah melakukan evaluasi pilot di beberapa provinsi, kemudian memperluas skala program berdasarkan data hasil evaluasi tersebut.