Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Gubernur Aceh, Ir. H. Mualem, baru-baru ini menandatangani surat resmi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Surat tersebut memuat dua permintaan utama terkait dengan temuan gas alam yang diidentifikasi oleh konsorsium Mubadala Investment Company di wilayah Aceh.
Temuan gas tersebut berada di lepas pantai sebelah utara Lhokseumawe, namun Gubernur Mualem menekankan bahwa pengolahan gas sebaiknya dilakukan di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, bukan di fasilitas lepas pantai (offshore). Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Alasan utama pengolahan di KEK Arun
- Peningkatan nilai tambah lokal: Dengan memproses gas di KEK Arun, lebih banyak lapangan kerja dan industri pendukung dapat diciptakan di Aceh.
- Pengurangan dampak lingkungan: Instalasi on‑shore biasanya memiliki kontrol emisi yang lebih ketat dibandingkan fasilitas offshore.
- Optimalisasi infrastruktur: KEK Arun telah dilengkapi jaringan pipa, fasilitas penyimpanan, dan akses energi yang memudahkan integrasi gas ke sektor industri regional.
Surat tersebut juga meminta pemerintah pusat untuk mempercepat proses perizinan dan penyediaan insentif fiskal bagi investasi di KEK Arun, sehingga proyek dapat berjalan tanpa penundaan yang signifikan.
Potensi ekonomi bagi Aceh
Jika gas Mubadala diolah di KEK Arun, proyeksi nilai ekonominya dapat mencapai ratusan miliar rupiah per tahun, mencakup pendapatan dari penjualan gas, pajak daerah, dan royalti. Selain itu, keberadaan fasilitas pengolahan akan menstimulasi sektor pendukung seperti transportasi, konstruksi, dan layanan teknis.
Pengembangan ini diharapkan selaras dengan agenda pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.
Gubernur Mualem menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, perusahaan investasi, dan pemangku kepentingan lokal demi memastikan bahwa sumber daya alam Aceh dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.