Setapak Langkah – 09 Agustus 2026 | Menurut data resmi, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,29 % pada kuartal kedua tahun 2026. Angka tersebut menandakan percepatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional.
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyambut baik pencapaian tersebut. Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menilai bahwa pertumbuhan 5,29 % merupakan bukti bahwa kebijakan pemerintah berada di jalur yang tepat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan untuk menjaga stabilitas investasi serta nilai tukar.
| Kuartal | Pertumbuhan PDB (%) |
|---|---|
| I 2026 | 4,8 |
| II 2026 | 5,29 |
| I 2025 | 4,5 |
Gerindra menekankan beberapa langkah strategis yang perlu dipertahankan, antara lain:
- Meningkatkan iklim investasi melalui kepastian regulasi.
- Mendorong diversifikasi ekspor dan penguatan sektor manufaktur.
- Memperkuat kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan inklusif.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa pertumbuhan 5,29 % berada di atas ekspektasi yang semula diproyeksikan oleh pemerintah, yang menargetkan pertumbuhan antara 5,0‑5,5 % untuk tahun 2026. Namun, mereka memperingatkan bahwa pencapaian tersebut harus diikuti oleh langkah‑langkah struktural, seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan reformasi birokrasi.
Dengan dukungan politik yang solid, Gerindra berharap kebijakan fiskal dan moneter dapat tetap selaras untuk menjaga momentum pertumbuhan. Partai tersebut juga mengajak semua elemen bangsa untuk berperan aktif dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.