Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) secara tegas mengutuk tindakan kekerasan yang menimpa sembilan warga negara Indonesia (WNI) saat berada di Israel. Ketua Fraksi Gerindra di DPR, Budisatrio Djiwandono, menilai bahwa pemerintah telah menjalankan diplomasi dengan baik, terbukti dari keberhasilan memulangkan seluruh warga Indonesia yang sempat diculik.
Kejadian ini bermula ketika sembilan WNI, yang berada di wilayah konflik, menjadi sasaran penahanan oleh pihak militer Israel. Insiden tersebut memicu keprihatinan luas, baik di dalam negeri maupun komunitas internasional.
Berikut langkah‑langkah diplomasi yang diambil pemerintah Indonesia, menurut pernyataan Budisatrio:
- Pengajuan protes resmi kepada kedutaan besar Israel melalui Kementerian Luar Negeri.
- Koordinasi intensif dengan sekutu regional untuk menekan pihak Israel agar menghormati hak asasi manusia.
- Pengiriman tim konsuler khusus ke wilayah terkait untuk memastikan keselamatan WNI.
- Negosiasi langsung dengan otoritas Israel guna memperoleh jaminan pembebasan.
Hasilnya, seluruh sembilan WNI berhasil kembali ke tanah air tanpa kecelakaan. Gerindra menyambut baik pencapaian ini sebagai bukti bahwa diplomasi Indonesia dapat memberikan hasil yang efektif dalam melindungi warga negara di luar negeri.
Meski demikian, partai tersebut menekankan pentingnya langkah preventif ke depan, termasuk peningkatan pengawasan konsuler dan penegakan hukum internasional yang lebih tegas terhadap pelanggaran hak warga Indonesia.