Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Provinsi Lampung mencatat peningkatan signifikan dalam volume ekspor pada tahun 2026. Produk unggulan seperti tepung tapioka, nanas segar, dan udang beku menjadi komoditas utama yang mendorong pertumbuhan tersebut.
Data yang dirilis oleh Dinas Perdagangan Provinsi menunjukkan kenaikan nilai ekspor sebesar 27% dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut rincian nilai ekspor per komoditas:
| Komoditas | Nilai Ekspor 2025 (USD) | Nilai Ekspor 2026 (USD) | Persentase Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Tepung Tapioka | 120 juta | 158 juta | 31,7% |
| Nanas | 85 juta | 112 juta | 31,8% |
| Udang Beku | 200 juta | 240 juta | 20,0% |
Selain nilai ekspor, arus peti kemas yang keluar dari pelabuhan Lampung juga mengalami lonjakan. Pada kuartal pertama 2026, total peti kemas mencapai 1.450 unit, meningkat 22% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada peningkatan ini antara lain:
- Peningkatan kapasitas produksi di kawasan industri agrikultura.
- Dukungan kebijakan pemerintah daerah dalam mempermudah prosedur ekspor.
- Permintaan pasar internasional yang kuat, khususnya dari negara‑negara Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Para pelaku industri menilai tren positif ini akan berlanjut, mengingat upaya diversifikasi produk dan peningkatan standar mutu yang terus digalakkan. Pemerintah daerah pun berencana menambah fasilitas logistik untuk mempercepat proses distribusi barang ke pelabuhan.
Dengan kinerja ekspor yang terus membaik, Lampung semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kontributor utama perekonomian nasional dalam sektor agrikultura dan perikanan.