Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Hosianna Evalita Situmorang, ekonom senior PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menilai langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga utama merupakan respons strategis untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menahan laju inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga impor.
Inflasi impor, khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok dan energi, masih menjadi pendorong utama kenaikan indeks harga konsumen (IHK). Dengan kurs rupiah yang cenderung melemah, biaya impor barang menjadi lebih tinggi, sehingga menggerakkan harga jual di dalam negeri. Penyesuaian suku bunga diharapkan menurunkan permintaan kredit, menekan konsumsi berlebih, serta memperlambat laju inflasi.
Situmorang menekankan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Ia menambahkan bahwa kebijakan suku bunga yang lebih tinggi harus diiringi dengan upaya meningkatkan produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada impor.