Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | Ekonom dari Bright Institute, Awalil Rizky, mengungkapkan bahwa total utang pemerintah Indonesia jauh melebihi angka yang selama ini dilaporkan secara resmi. Menurut pernyataannya, perkiraan terbaru menunjukkan beban utang mencapai angka yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Rizky menegaskan bahwa data internal yang dimiliki Bright Institute mengidentifikasi sejumlah komponen utang tersembunyi, termasuk utang jangka pendek yang belum tercatat dalam laporan publik serta obligasi daerah yang baru diterbitkan. Hal ini menambah beban total yang diperkirakan sebelumnya.
| Kategori Utang | Nilai Resmi (triliun Rp) | Nilai Baru (triliun Rp) |
|---|---|---|
| Utang Pemerintah Pusat | 6,5 | 7,2 |
| Utang Daerah | 1,8 | 2,3 |
| Obligasi Sukuk | 0,9 | 1,4 |
| Total | 9,2 | 10,9 |
Jika angka-angka tersebut benar, total utang negara akan melonjak menjadi hampir 11 triliun rupiah, menandakan tekanan fiskal yang signifikan bagi anggaran 2024 dan seterusnya. Peningkatan beban utang ini dapat memaksa pemerintah untuk meninjau kembali prioritas belanja, menyesuaikan kebijakan pajak, atau mempercepat reformasi struktural guna menstabilkan neraca publik.
Reaksi resmi dari Kementerian Keuangan belum keluar secara lengkap. Namun, beberapa pejabat mengindikasikan bahwa mereka sedang melakukan audit internal untuk memastikan akurasi data dan menyiapkan strategi penanganan utang yang lebih transparan.
Para analis menilai bahwa keterbukaan data utang yang lebih akurat akan meningkatkan kepercayaan investor, meski pada saat yang sama dapat menimbulkan kekhawatiran pasar jika tidak diiringi dengan rencana pengelolaan yang jelas.