Setapak Langkah – 15 Juni 2026 | Militer Israel melaporkan pada Minggu, tiga drone yang diduga diluncurkan dari wilayah Lebanon oleh kelompok Hizbullah berhasil menabrak wilayah Israel utara dalam dua insiden terpisah. Meskipun drone tersebut menimbulkan kerusakan pada infrastruktur, tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka pada warga sipil.
Menanggapi serangan tersebut, Angkatan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan balasan berupa serangan udara ke sejumlah target di Lebanon. Menurut pernyataan resmi IDF, serangan tersebut menargetkan posisi militer Hizbullah serta fasilitas logistik yang diyakini digunakan untuk peluncuran drone.
Berikut rangkaian peristiwa secara kronologis:
- 09:15 WIB – Drone pertama terdeteksi memasuki ruang udara Israel dari arah selatan, menabrak sebuah instalasi militer di wilayah perbatasan.
- 10:30 WIB – Drone kedua dan ketiga berhasil menabrak area sipil di dekat kota Safad, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
- 11:45 WIB – IDF meluncurkan serangan udara ke tiga lokasi di Lebanon, termasuk pangkalan militer dan gudang persenjataan yang diyakini dimiliki Hizbullah.
Pernyataan militer Israel menegaskan bahwa serangan balasan dimaksudkan untuk menghentikan penggunaan drone oleh kelompok bersenjata tersebut dan mengirimkan pesan tegas bahwa setiap agresi akan dihadapi dengan respons militer yang kuat.
Pihak Hizbullah belum memberikan komentar resmi mengenai insiden ini, namun pernyataan sebelumnya menegaskan dukungan mereka terhadap perjuangan melawan “agresi Israel”. Pemerintah Lebanon juga belum mengonfirmasi detail serangan udara tersebut, tetapi menolak tuduhan bahwa pemerintahnya mendukung aksi militer Hizbullah.
Insiden ini menambah ketegangan yang sudah lama terjadi di perbatasan Israel-Lebanon, di mana kedua belah pihak secara periodik terlibat dalam bentrokan militer. Komunitas internasional menyerukan penurunan eskalasi dan kembali ke jalur diplomasi untuk menghindari konflik yang lebih luas.