histats

Desa Adat Sade: Menilik Jejak Budaya Sebelum dan Sesudah Kebakaran

Desa Adat Sade: Menilik Jejak Budaya Sebelum dan Sesudah Kebakaran

Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Desa Adat Sade, yang terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, merupakan salah satu warisan budaya Sasak yang masih mempertahankan tata cara hidup tradisional. Pada 9 Agustus 2026, desa ini dilanda kebakaran hebat yang menghanguskan sebagian besar rumah adat, fasilitas umum, dan kebun tradisional.

Sebelum kejadian, Desa Sade dikenal dengan rumah-rumah tradisional berbingkai batu, atap ijuk, serta alur kehidupan yang berpusat pada kegiatan pertanian dan kerajinan anyaman. Pengunjung biasanya dapat menyaksikan upacara adat, menelusuri lorong batu, dan menikmati panorama alam pegunungan serta pantai terdekat.

Kebakaran yang terjadi pada malam hari menimbulkan kerusakan signifikan. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah, lebih dari 70% bangunan rumah adat terbakar, sementara fasilitas umum seperti balai desa, tempat ibadah kecil, dan warung tradisional mengalami kerusakan parah.

Waktu Peristiwa
08:00, 9 Agustus 2026 Kebakaran mulai muncul di area hutan sekitar desa
09:30 Api meluas ke pekarangan rumah adat
12:00 Tim pemadam kebakaran daerah tiba, mengendalikan api
15:00 Evakuasi selesai, korban dipindahkan ke posko sementara

Setelah kebakaran, upaya pemulihan segera digulirkan. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) menyediakan dana bantuan sebesar Rp 1,5 miliar untuk rekonstruksi rumah adat dan fasilitas umum. Selain itu, LSM lokal mengorganisir pelatihan pembuatan anyaman dan pertanian organik untuk membantu warga mengembalikan mata pencaharian.

Pemulihan tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga kultural. Masyarakat desa mengadakan serangkaian ritual pembersihan dan doa bersama untuk memulihkan semangat kolektif. Upacara adat yang biasanya dilaksanakan di balai desa dipindahkan sementara ke lapangan terbuka, namun tetap mempertahankan nilai-nilai spiritual yang menjadi identitas Sade.

Berbagai pihak juga memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Program penanaman kembali pohon bakau dan hutan mangrove di sekitar desa telah dimulai, dengan tujuan mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang serta memperkuat ekosistem pesisir.

Hingga akhir September 2026, lebih dari setengah rumah adat telah selesai dibangun kembali menggunakan bahan tradisional yang dipadukan dengan teknik tahan api modern. Wisatawan yang kembali mengunjungi Sade dapat menyaksikan transformasi desa ini: dari puing-puing menjadi simbol ketangguhan budaya.

Ke depannya, desa berencana mengembangkan jalur wisata edukatif yang menampilkan proses rekonstruksi, pelestarian kerajinan, dan program konservasi lingkungan. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga menumbuhkan rasa hormat terhadap warisan budaya yang rapuh namun kuat.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *