Setapak Langkah – 25 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan pada pekan ini akibat penurunan signifikan pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Penurunan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, terutama karena beberapa emiten utama mencatatkan penurunan terbesar dalam satu minggu terakhir.
| Saham | Penurunan (persen) |
|---|---|
| Bank Central Asia Tbk (BBCA) | -4,2% |
| PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) | -3,8% |
| PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) | -3,5% |
| PT Astra International Tbk (ASII) | -3,2% |
| PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) | -2,9% |
Penurunan di atas dipicu oleh beberapa faktor, antara lain kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global, ketidakpastian kebijakan moneter, serta sentimen negatif pada sektor teknologi dan konsumer yang biasanya menjadi pendorong kinerja big caps. Investor institusional juga terlihat melakukan aksi jual untuk mengurangi eksposur pada saham-saham yang dianggap overvalued.
Analisis teknikal menunjukkan bahwa level support utama bagi indeks berada di kisaran 6.300 poin. Jika penurunan berlanjut, IHSG berpotensi menguji level tersebut, yang dapat memicu aksi beli dari para trader yang mengincar rebound. Sebaliknya, penembusan kuat di bawah level support dapat memperburuk sentimen pasar dan menambah tekanan pada saham-saham besar.
Para analis menyarankan agar investor memperhatikan data fundamental terbaru dari masing-masing emiten, terutama laporan keuangan kuartal terakhir, serta perkembangan kebijakan fiskal dan moneter yang dapat mempengaruhi likuiditas pasar. Diversifikasi portofolio ke sektor-sektor yang lebih defensif, seperti utilitas atau infrastruktur, menjadi strategi yang dipertimbangkan untuk mengurangi risiko dalam periode volatilitas ini.