Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Baru-baru ini mahasiswa di sejumlah kampus Indonesia turun ke jalan menyuarakan keprihatinan atas lonjakan harga bahan pokok. Demonstrasi ini menjadi sinyal kuat bagi Presiden Prabowo untuk segera meninjau kembali kebijakan ekonomi yang dinilai belum mampu meredam beban hidup masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah.
Kenaikan harga beras, minyak goreng, dan protein hewani selama beberapa bulan terakhir jauh melampaui pertumbuhan pendapatan rumah tangga. Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi pangan berada di atas 10 persen, sementara upah minimum hanya mengalami kenaikan sekitar 3-4 persen. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan yang semakin lebar antara kemampuan membeli masyarakat dengan harga barang esensial.
Mahasiswa mengajukan beberapa tuntutan utama:
- Peningkatan subsidi beras dan minyak goreng yang tepat sasaran.
- Program bantuan pangan langsung bagi keluarga berpendapatan rendah.
- Reformasi kebijakan pajak dan regulasi harga untuk menstabilkan pasar protein hewani.
- Transparansi dalam penetapan harga dan mekanisme distribusi barang penting.
Selain itu, para aktivis kampus menekankan pentingnya terobosan kebijakan jangka panjang, seperti:
- Penguatan sektor pertanian lokal melalui investasi infrastruktur irigasi dan teknologi pertanian modern.
- Peningkatan akses kredit bagi petani kecil agar dapat meningkatkan produktivitas.
- Diversifikasi sumber pangan untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, telah menyatakan kesiapan untuk meninjau kebijakan harga. Namun, kalangan akademisi menilai langkah tersebut masih terlalu lambat dan memerlukan koordinasi lintas sektoral yang lebih kuat.
Jika tidak ditanggapi dengan kebijakan yang tegas, demonstrasi mahasiswa berpotensi meluas menjadi protes sosial yang lebih luas, mengingat tekanan ekonomi mempengaruhi hampir seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Presiden Prabowo diharapkan menyampaikan langkah konkret dalam waktu dekat, tidak hanya sekedar pernyataan, melainkan aksi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.