Setapak Langkah – 19 April 2026 | Di sebuah gang sempit di kawasan Krembangan, Surabaya, terlihat bagaimana kehidupan perkotaan dapat kembali terhubung dengan akar kampung. Jalanan yang dulu dikenal karena kebisingan kendaraan kini dipenuhi aktivitas warga yang menonjolkan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Warga setempat memanfaatkan ruang publik tersebut untuk mengadakan pasar kecil, pertunjukan musik tradisional, serta pameran seni jalanan. Inisiatif ini tidak hanya memperkaya atmosfer lingkungan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi pedagang mikro dan seniman lokal.
Beberapa langkah utama yang muncul di Krembangan antara lain:
- Mengorganisir pasar mingguan yang menampilkan produk-produk khas daerah, seperti makanan tradisional dan kerajinan tangan.
- Menggalakkan program kebersihan bersama yang melibatkan sekolah, lembaga keagamaan, dan komunitas RT.
- Mengundang seniman mural untuk menghias dinding-dinding gang, sehingga menciptakan galeri seni terbuka.
- Menjalin kemitraan dengan pihak swasta untuk menyediakan pelatihan keterampilan bagi pemuda setempat.
Hasilnya, pendapatan rumah tangga di kawasan tersebut mengalami peningkatan, sementara citra Krembangan berubah menjadi destinasi yang menarik bagi pengunjung kota yang mencari nuansa autentik. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana integrasi antara budaya kampung dan dinamika perkotaan dapat menghidupkan kembali identitas kota.
Ke depan, harapan masyarakat adalah agar upaya serupa dapat diperluas ke wilayah lain di Surabaya, sehingga kota secara keseluruhan dapat menemukan kembali jiwanya melalui kekayaan budaya dan partisipasi aktif warganya.