Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Bank Nasional Indonesia (BNI) memperkuat perannya sebagai jembatan antara ekosistem UMKM dalam negeri dan jaringan pasar internasional. Melalui program khusus, BNI membantu pelaku usaha kecil menengah menyiapkan produk, memenuhi standar kualitas, serta mengakses jaringan distribusi luar negeri.
Contoh paling menonjol datang dari sektor kuliner, di mana para produsen rendang tradisional kini mengekspor ke lebih dari 20 negara. Dukungan BNI mencakup pelatihan pengemasan, sertifikasi halal, dan penyesuaian rasa sesuai selera pasar asing.
Di sisi lain, komunitas penyandang disabilitas menunjukkan kreativitas dengan menghasilkan karya seni dan kerajinan yang unik. Produk-produk tersebut, mulai dari tas berbahan daur ulang hingga ukiran kayu, telah memperoleh perhatian pembeli di pasar Eropa dan Amerika Utara.
Keberhasilan mereka didorong oleh beberapa faktor kunci:
- Penyesuaian standar produk dengan regulasi internasional.
- Akses pembiayaan yang fleksibel melalui fasilitas kredit BNI.
- Program pelatihan pemasaran digital dan e‑commerce.
- Kolaborasi dengan platform logistik berpengalaman.
- Penguatan brand story yang menonjolkan nilai budaya dan inklusivitas.
Meski begitu, tantangan seperti biaya sertifikasi, hambatan bahasa, dan persaingan harga tetap menjadi penghalang. Oleh karena itu, BNI terus mengembangkan layanan konsultasi gratis, mempertemukan UMKM dengan konsultan ekspor, serta menyelenggarakan pameran virtual untuk meningkatkan visibilitas produk.
Dengan strategi terintegrasi ini, UMKM Indonesia tidak hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga menumbuhkan citra bangsa di panggung global. Ke depan, diharapkan lebih banyak produk lokal, baik kuliner tradisional maupun karya kreatif inklusif, dapat bersaing secara berkelanjutan di pasar internasional.