Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Pengelolaan dana oleh Danantara kini menjadi sorotan tajam setelah sejumlah pihak menilai kurangnya transparansi dan menimbulkan risiko keuangan yang signifikan.
Berikut beberapa poin utama kritik yang muncul:
- Ketidakjelasan laporan keuangan yang tidak menyertakan rincian aset dan liabilitas.
- Potensi terjadinya tekanan fiskal ganda, terutama terkait dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) yang berpotensi menanggung beban yang sama dua kali.
- Keterbatasan akses publik terhadap dokumen audit independen.
Pihak regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah menyatakan akan melakukan audit menyeluruh untuk memastikan kepatuhan Danantara terhadap standar transparansi dan manajemen risiko.
Sementara itu, investor dan masyarakat luas menuntut agar Danantara segera merilis laporan terperinci, termasuk penjelasan tentang mekanisme pengelolaan dana, struktur kepemilikan aset, dan rencana mitigasi risiko fiskal.
Jika kritik ini tidak ditanggapi secara memadai, risiko reputasi perusahaan dapat meningkat, berpotensi memicu penurunan kepercayaan investor dan tekanan pada nilai pasar.