Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat pada awal 2026 memberi tekanan signifikan terhadap pasar emas dunia. Bank Sentral Amerika dan kebijakan moneter yang ketat meningkatkan permintaan dolar, sehingga nilai tukar rupiah melemah terhadap mata uang utama.
Akibatnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan menurunkan Harga Pokok Emas (HPE) serta harga referensi emas untuk bulan Juni 2026. Penurunan ini mencerminkan penyesuaian terhadap biaya impor emas mentah serta fluktuasi nilai tukar.
| Bulan | HPE (per gram) | Harga Referensi (per gram) |
|---|---|---|
| Mei 2026 | Rp 1.030.000 | Rp 1.080.000 |
| Juni 2026 | Rp 1.010.000 | Rp 1.060.000 |
Penurunan HPE sebesar sekitar 2% dan harga referensi turun hampir 5% dibandingkan bulan sebelumnya. Dampak ini terasa di pasar ritel, di mana pedagang emas harus menyesuaikan margin keuntungan mereka.
- Investor ritel: Harga emas fisik yang lebih rendah dapat meningkatkan minat beli, tetapi volatilitas nilai tukar tetap menjadi risiko.
- Perusahaan manufaktur perhiasan: Biaya bahan baku turun memberikan ruang bagi penyesuaian harga jual.
- Pembeli internasional: Dolar yang kuat membuat emas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Kemendag menyatakan bahwa penurunan harga referensi bersifat sementara dan akan dipantau secara berkala. Jika dolar AS tetap kuat, kemungkinan penyesuaian lebih lanjut akan dilakukan untuk melindungi konsumen dan menjaga stabilitas pasar domestik.
Para analis memperkirakan bahwa pergerakan dolar akan terus dipengaruhi oleh kebijakan moneter Federal Reserve serta data ekonomi AS. Oleh karena itu, pasar emas di Indonesia diprediksi akan tetap sensitif terhadap perubahan nilai tukar dolar dalam beberapa bulan ke depan.