Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pentingnya pergeseran fokus ekonomi daerah dari sektor pertambangan ke pertanian dan peternakan. Dalam sebuah acara yang diadakan di Sangatta, ia menyampaikan bahwa sektor agraria memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menstabilkan pendapatan daerah.
Ardiansyah menambahkan bahwa transformasi ini didukung oleh serangkaian program strategis, antara lain modernisasi teknik budidaya, penyediaan fasilitas irigasi, serta akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku usaha tani.
Program Strategis Pemerintah Kabupaten
- Peningkatan Infrastruktur Irigasi: Pembangunan jaringan irigasi seluas lebih dari 10.000 hektar yang diharapkan meningkatkan produktivitas padi dan palawija.
- Adopsi Teknologi Pertanian Presisi: Kolaborasi dengan lembaga riset untuk memperkenalkan sensor tanah, drone pemetaan, dan aplikasi manajemen lahan.
- Fasilitas Pembiayaan Mikro: Penyediaan kredit lunak melalui bank daerah dengan bunga bersubsidi bagi petani kecil.
- Peningkatan Kapasitas Peternak: Pelatihan intensif dalam pemeliharaan ternak, manajemen pakan, dan pemasaran produk daging serta susu.
- Pemasaran dan Value‑Added: Dukungan dalam pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan untuk menambah nilai jual.
Selain itu, pemerintah daerah berencana membentuk “Kawasan Agro‑Industri” di beberapa kecamatan, yang akan menjadi pusat pengolahan hasil pertanian dan peternakan. Dengan mengintegrasikan proses produksi, penyimpanan, dan distribusi, diharapkan dapat mengurangi kehilangan hasil panen dan meningkatkan margin keuntungan petani.
Data statistik yang dirilis Bappeda Kutai Timur menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB daerah meningkat dari 12% pada tahun 2019 menjadi 19% pada akhir 2023. Sementara sektor pertambangan, meskipun masih dominan, mengalami penurunan pertumbuhan tahunan sebesar 2,5%.
Ardiansyah menutup pidatonya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan masyarakat, untuk bersinergi dalam mewujudkan visi “Kutim Sejahtera Melalui Pertanian”. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi daerah tidak hanya terletak pada eksploitasi sumber daya alam, melainkan pada pemanfaatan potensi manusia dan tanah secara optimal.