Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Perum Bulog terus meningkatkan jaringan distribusi beras medium melalui program Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) dengan menambah fasilitas gudang di kawasan terluar, terdepan, dan terpencil (3T) Kepulauan Riau. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan harga beras sekaligus menjamin ketersediaan pangan di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Program SPHP sendiri bertujuan menstabilkan harga beras di pasar domestik serta memastikan pasokan beras yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga, terutama di daerah dengan infrastruktur logistik terbatas. Dengan menambah gudang baru, Bulog dapat menampung stok beras lebih banyak dan menyalurkannya secara lebih cepat ke konsumen akhir.
Gudang baru yang dibangun di Pulau Karimun memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 2.500 ton beras medium. Fasilitas ini dilengkapi dengan sistem pendingin suhu, rak penyimpanan bertingkat, serta area pemrosesan untuk memudahkan penyaluran ke titik distribusi lokal. Pembangunan gudang diperkirakan selesai pada kuartal kedua tahun ini, dengan total investasi mencapai Rp 120 miliar yang dibiayai melalui APBN.
Manfaat utama dari penambahan gudang ini meliputi:
- Pengurangan waktu pengiriman beras dari pusat ke daerah 3T, sehingga harga di pasar lokal menjadi lebih stabil.
- Peningkatan ketersediaan stok beras medium yang cukup untuk memenuhi permintaan selama musim panen dan non-panen.
- Pengurangan biaya logistik bagi pemerintah daerah, karena distribusi dapat dilakukan secara terpusat melalui satu titik gudang.
- Peningkatan kesejahteraan petani lokal melalui mekanisme pembelian beras yang lebih terorganisir.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga memberikan dukungan berupa perbaikan jalan akses dan pelabuhan kecil yang akan memudahkan transportasi beras dari gudang ke desa‑desa terpencil. Koordinasi antar‑instansi, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, dan Badan Pangan Nasional, dijalankan secara intensif untuk memastikan alur distribusi berjalan lancar.