Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, memulai pembukaan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan menekankan pentingnya pencapaian target nilai investasi pada kendaraan listrik rendah emisi (LCEV) sebesar Rp21,2 triliun. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pelaku industri otomotif, pejabat pemerintah, serta pengunjung yang hadir pada hari pertama acara.
Target Rp21,2 triliun mencakup investasi dalam fasilitas produksi, riset dan pengembangan, serta infrastruktur pendukung seperti jaringan pengisian baterai. Pemerintah menargetkan bahwa nilai investasi ini akan menghasilkan produksi sekitar 500.000 unit LCEV per tahun pada akhir 2026, yang diharapkan dapat menurunkan intensitas emisi karbon di sektor transportasi secara signifikan.
| Komponen | Target Investasi (Rp triliun) |
|---|---|
| Fasilitas produksi | 12,0 |
| Riset & Pengembangan | 4,5 |
| Infrastruktur pengisian | 3,0 |
| Program subsidi & insentif | 1,7 |
Untuk mendorong realisasi target tersebut, Menteri Gumiwang menyatakan bahwa pemerintah akan memperkuat kebijakan fiskal berupa insentif pajak, kemudahan perizinan, serta skema pembiayaan khusus bagi produsen yang berkomitmen pada teknologi LCEV. Selain itu, kolaborasi dengan lembaga riset dan universitas diharapkan dapat mempercepat inovasi baterai serta sistem manajemen energi yang lebih efisien.
Para pengusaha otomotif yang hadir menanggapi positif kebijakan tersebut. Mereka menekankan perlunya kepastian regulasi dan dukungan logistik agar investasi dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Beberapa perusahaan juga mengumumkan rencana penambahan lini produksi LCEV di dalam negeri, yang akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru.
Target LCEV Rp21,2 triliun ini sejalan dengan agenda Nasional Pengurangan Emisi Karbon (NPEK) 2030 dan komitmen Indonesia pada Kesepakatan Paris. Pemerintah berharap pencapaian target ini tidak hanya meningkatkan pangsa pasar kendaraan listrik domestik, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pusat produksi LCEV di kawasan Asia Tenggara.