Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengeluarkan peringatan resmi terkait penyebaran tawaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui tautan yang tidak berasal dari kanal resmi bank. Menurut pernyataan BRI, banyak masyarakat yang menerima pesan singkat atau media sosial yang mengarahkan mereka ke situs atau formulir online yang tidak terdaftar di BRI.
Modus penipuan ini biasanya menonjolkan keuntungan cepat, bunga rendah, dan proses pencairan yang diklaim sangat sederhana. Namun, setelah calon nasabah mengisi data pribadi dan mengirimkan dokumen, mereka justru menjadi korban pencurian identitas atau diminta membayar biaya administrasi palsu.
Cara BRI Menangani Kasus Ini
BRI menyatakan bahwa semua penawaran KUR resmi hanya dapat diakses melalui aplikasi BRI Mobile, internet banking BRI, atau kantor cabang resmi. Bank menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengirimkan tautan melalui SMS massal, email promosi, atau pesan di platform media sosial yang meminta data pribadi secara langsung.
- Verifikasi URL: Pastikan alamat situs mengandung domain resmi
bri.co.id. - Gunakan kanal resmi: Akses layanan KUR lewat aplikasi BRI Mobile atau kunjungi kantor cabang terdekat.
- Waspada biaya tambahan: BRI tidak memungut biaya administrasi di muka untuk pengajuan KUR.
- Laporkan: Jika menerima tautan mencurigakan, segera hubungi layanan pelanggan BRI di 1500-123 atau datang ke cabang terdekat.
Dampak Penipuan Terhadap Publik
Penipuan semacam ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program KUR yang sebenarnya sangat penting untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain kerugian finansial, data pribadi yang bocor dapat disalahgunakan untuk aksi kejahatan siber lainnya.
BRI mengimbau seluruh nasabah untuk selalu memeriksa keaslian setiap penawaran dan tidak mengklik tautan yang tidak dikenal. Edukasi tentang keamanan digital diharapkan dapat mengurangi kasus serupa di masa depan.