Setapak Langkah – 28 Mei 2026 | Destinasi Wisata (DTW) Jatiluwih, yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali, baru saja memperoleh penghargaan bergengsi Asian Tourism and Hospitality Awards 2025-2026. Penghargaan ini diberikan kepada destinasi yang berhasil mengintegrasikan pelestarian alam dan budaya dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.
Jatiluwih dikenal dengan hamparan sawah padi merah yang merupakan bagian dari Sistem Subak, warisan budaya dunia UNESCO. Upaya konservasi meliputi penggunaan metode pertanian tradisional, pengendalian erosi, serta program edukasi bagi wisatawan mengenai nilai historis dan ekologis kawasan.
Penilaian dalam Asian Tourism and Hospitality Awards meliputi tiga indikator utama: konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan kepuasan pengunjung. Berikut ringkasan nilai yang dicapai Jatiluwih:
| Indikator | Skor |
|---|---|
| Konservasi Lingkungan | 92/100 |
| Pelestarian Budaya | 89/100 |
| Kepuasan Pengunjung | 95/100 |
Dengan skor total 92, Jatiluwih berhasil mengungguli lebih dari 150 destinasi lain di Asia. Penghargaan ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas pengelolaan, sekaligus memperkuat peran masyarakat lokal dalam menjaga warisan alam dan budaya.
Ke depan, pihak pengelola berencana memperluas program pelatihan bagi petani, meningkatkan fasilitas interpretasi, dan mengembangkan jalur wisata ramah lingkungan yang dapat mengurangi jejak karbon pengunjung.