Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia meningkatkan belanja pada kuartal pertama tahun ini, terutama melalui pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai negeri dan pekerja sektor swasta. Meskipun kebijakan tersebut bersifat konsumtif, dampaknya terhadap likuiditas nasional terlihat signifikan.
Para ekonom menilai bahwa tambahan dana yang masuk ke peredaran uang meningkatkan basis moneter, khususnya ukuran M2. Pada akhir Maret, M2 tercatat naik sekitar 7,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, melampaui proyeksi bank sentral.
- Belanja pemerintah Q1: Rp 1.200 triliun
- Pembayaran THR: Rp 150 triliun
- Pertumbuhan M2: 7,2% YoY
Namun, kenaikan likuiditas ini bersifat sementara. Setelah THR dibayarkan, aliran uang cenderung kembali menurun karena tidak ada investasi produktif yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
| Komponen | Nilai (triliun Rp) |
|---|---|
| Belanja Operasional | 850 |
| Belanja Modal | 350 |
| Total Belanja | 1.200 |
Akibat peningkatan uang beredar, tekanan inflasi diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Bank Indonesia diperkirakan akan menyesuaikan kebijakan suku bunga untuk menahan laju inflasi agar tetap berada dalam target 2-4%.
Secara keseluruhan, belanja pemerintah pada triwulan I memberikan dorongan singkat terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan uang beredar, namun keberlanjutan pertumbuhan tersebut sangat bergantung pada kebijakan fiskal yang lebih terarah pada investasi produktif.