Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini memaparkan rangkaian kebijakan insentif yang ditujukan untuk mempercepat adopsi mobil listrik (EV) berbasis baterai NMC (nickel‑manganese‑cobalt). Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan nikel dalam rantai nilai baterai domestik sekaligus menurunkan biaya produksi kendaraan listrik.
- Insentif fiskal: Pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 10 % untuk komponen baterai NMC, pembebasan bea masuk bagi bahan baku nikel, serta subsidi langsung bagi produsen mobil listrik yang mengadopsi baterai berbasis nikel.
- Regulasi yang mendukung: Penetapan kuota penggunaan nikel domestik minimal 30 % pada setiap baterai NMC yang diproduksi di dalam negeri, serta penyederhanaan prosedur perizinan bagi pabrik baterai baru.
- Dukungan infrastruktur: Pembangunan jaringan pengisian cepat di seluruh wilayah Indonesia dan pendanaan riset untuk teknologi daur ulang nikel.
Untuk memantau pencapaian, Kementerian ESDM menyusun target tahunan yang diharapkan dapat dicapai hingga 2030. Rincian target dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tahun | Target Produksi EV (unit) | Insentif Utama |
|---|---|---|
| 2025 | 200.000 | Subsidi 5 % untuk baterai NMC |
| 2027 | 500.000 | Pembebasan bea masuk nikel |
| 2030 | 1.000.000 | PPN 0 % untuk kendaraan listrik |
Bahlil menegaskan bahwa dengan mengoptimalkan rantai pasok nikel domestik, Indonesia tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur baterai dan kendaraan listrik. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan produsen otomotif global, seperti Hyundai, Kia, dan Tesla, sedang dalam tahap pembicaraan untuk mengalokasikan pabrik perakitan di Indonesia.
Jika kebijakan ini dijalankan secara konsisten, diperkirakan penetrasi mobil listrik di pasar domestik akan naik dari kurang dari 1 % pada 2024 menjadi lebih dari 10 % pada akhir dekade ini. Hal tersebut diharapkan dapat menurunkan emisi karbon transportasi serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai nilai nikel global.