Setapak Langkah – 21 April 2026 | Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan laporan terbaru mengenai aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat. Menurut analisisnya, sebagian besar gempa embusan dan tremor non‑harmonik yang tercatat dalam beberapa minggu terakhir dipicu oleh pergerakan magma di Gunung Marapi.
Gempa embusan merupakan gempa dengan kedalaman yang sangat dangkal (biasanya kurang dari 5 km) dan magnitude rendah, namun dapat dirasakan oleh penduduk setempat. Tremor non‑harmonik, di sisi lain, adalah getaran berkelanjutan yang tidak menunjukkan pola gelombang harmonik biasa, menandakan adanya proses geofisika kompleks di dalam sistem vulkanik.
Berikut data ringkas yang dirilis oleh Badan Geologi selama periode 1‑20 April 2024:
| Tanggal | Magnitudo (Mw) | Kedalaman (km) | Jenis |
|---|---|---|---|
| 01 Apr 2024 | 1.8 | 3 | Gempa Embusan |
| 05 Apr 2024 | 2.1 | 4 | Gempa Embusan |
| 09 Apr 2024 | 1.5 | 2 | Tremor Non‑Harmonik |
| 13 Apr 2024 | 2.3 | 3 | Gempa Embusan |
| 18 Apr 2024 | 1.9 | 2 | Tremor Non‑Harmonik |
Data tersebut menunjukkan pola konsisten di mana intensitas seismik berada pada level rendah hingga sedang, namun kedalaman yang sangat dangkal mengindikasikan adanya tekanan magma yang masih berada dekat permukaan. Badan Geologi menegaskan bahwa meskipun belum ada tanda-tanda erupsi besar, potensi peningkatan aktivitas tidak dapat diabaikan.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam laporan:
- Aktivitas seismik dipengaruhi oleh tekanan magma yang naik melalui retakan di lereng Marapi.
- Gempa embusan yang terjadi secara berulang dapat meningkatkan risiko longsor pada daerah rawan.
- Tremor non‑harmonik dapat menjadi indikator awal perubahan tekanan dalam sistem vulkanik.
Untuk mengurangi dampak potensial, Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Marapi untuk:
- Selalu mengikuti informasi terbaru dari posko BMKG setempat.
- Menghindari kegiatan di daerah yang berpotensi longsor, terutama setelah hujan lebat.
- Menyiapkan rencana evakuasi sederhana dan memastikan jalur keluar aman.
Pemantauan akan terus dilakukan secara intensif dengan bantuan jaringan seismometer otomatis dan observasi visual lapangan. Jika terjadi perubahan signifikan, peringatan dini akan segera disampaikan kepada publik.