Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) kembali mengesahkan anggaran sebesar 1,55 miliar dolar AS, setara dengan sekitar Rp25,3 triliun, untuk pengadaan pesawat sistem peringatan dini dan kendali udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) tipe E-7 Wedgelight. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat jaringan pengawasan udara Amerika, terutama setelah laporan menyebutkan keterbatasan dalam mendeteksi pesawat siluman generasi kelima buatan China, J-20.
Pesawat E-7 Wedgelight, yang dikembangkan oleh Boeing, dilengkapi dengan radar berbasis phased‑array yang mampu melacak objek di udara hingga radius lebih dari 400 kilometer. Berikut adalah beberapa spesifikasi utama pesawat tersebut:
- Radar: AN/APY‑9 AESA dengan kemampuan deteksi multi‑target
- Jarak operasional: lebih dari 8.000 km dengan bahan bakar internal
- Kecepatan jelajah: Mach 0.85
- Personel: 20‑30 anggota kru termasuk operator radar dan analis intelijen
Meski memiliki kemampuan radar yang canggih, analis pertahanan menilai bahwa E-7 masih menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi pesawat siluman seperti J-20 yang dilaporkan memiliki desain stealth yang lebih maju dibandingkan generasi sebelumnya. Faktor-faktor yang memengaruhi deteksi meliputi:
| Faktor | Pengaruh |
|---|---|
| Frekuensi radar | Radar berfrekuensi tinggi lebih sensitif terhadap stealth |
| Sudut pandang | Siluman dapat mengubah orientasi untuk mengurangi jejak radar |
| Kondisi cuaca | Atmosfer dapat memengaruhi jangkauan deteksi |
Pengadaan E-7 diharapkan selesai pada awal 2027, dengan penempatan awal di pangkalan-pangkalan strategis di wilayah Indo‑Pasifik. Anggaran tersebut mencakup biaya akuisisi pesawat, pengembangan sistem komunikasi jaringan data, serta pelatihan kru dan pemeliharaan jangka panjang.
Langkah ini menegaskan komitmen AS dalam memperkuat kemampuan pertahanan udara di kawasan yang semakin kompetitif, sekaligus menyoroti perlunya inovasi lebih lanjut dalam teknologi radar untuk mengatasi ancaman siluman yang terus berkembang.