Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Pada akhir pekan lalu, lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah insiden yang masih diselidiki. Kejadian ini memicu reaksi cepat dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang sekaligus mengumumkan perubahan nama program pelatihan bagi calon manajer tersebut.
Menanggapi tragedi ini, Kemhan mengeluarkan surat edaran yang menyatakan perubahan nama program tersebut menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Perubahan nama ini dimaksudkan untuk menekankan dua aspek utama pelatihan, yaitu:
- Pembekalan nilai-nilai bela negara yang selaras dengan tugas dan fungsi TNI.
- Peningkatan kompetensi manajerial bagi calon pemimpin koperasi desa dan kampung nelayan.
Langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi konotasi militeristik yang melekat pada istilah Latsarmil, sekaligus memperluas cakupan materi pelatihan sehingga lebih relevan dengan tantangan ekonomi lokal.
Selain perubahan nama, Kemhan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan selama pelatihan. Beberapa poin utama yang akan ditinjau meliputi:
- Pemeriksaan kelayakan sarana dan prasarana pelatihan.
- Peningkatan standar medis dan pertolongan pertama pada tempat kejadian.
- Pelatihan khusus bagi instruktur dalam menangani situasi darurat.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pemerintah daerah, terutama di wilayah yang mengelola koperasi desa dan kampung nelayan. Mereka menilai pentingnya keberlanjutan program pelatihan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan pesisir.
Para keluarga korban kini menuntut klarifikasi lengkap mengenai penyebab kecelakaan serta kompensasi yang layak. Sementara itu, Kemhan menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan, termasuk bantuan psikologis dan bantuan keuangan sesuai regulasi yang berlaku.