Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Iran telah mengoperasikan jaringan infrastruktur tersembunyi yang menghubungkan jalur perdagangan digital dan keuangan antar benua melalui dasar Selat Hormuz. Empat fakta utama tentang “harta karun” ini mengungkap peran strategisnya serta risiko yang mengintai kawasan Timur Tengah.
- Kabel bawah laut berkapasitas tinggi: Iran mengelola kabel serat optik yang melintasi dasar Selat Hormuz, menghubungkan jaringan internet Eropa, Asia, dan Teluk Persia. Kabel ini mampu menyalurkan data dalam jumlah besar, menjadikannya titik vital bagi layanan keuangan, transaksi perdagangan, dan komunikasi digital internasional.
- Pengendalian arus keuangan: Karena banyak transaksi minyak dan gas melibatkan jalur ini, kabel tersebut menjadi jalur utama bagi sistem pembayaran lintas batas. Kontrol Iran atas infrastruktur ini memberi negara kemampuan mengatur atau memengaruhi aliran uang di wilayah tersebut.
- Keamanan strategis selama konflik: Sejak Perang Teluk, Iran telah memanfaatkan kemampuan blokade Selat Hormuz untuk menekan lawan. Kabel bawah laut menjadi aset defensif; kerusakan atau pemadaman dapat mengganggu jaringan komunikasi musuh sekaligus menghambat respons internasional.
- Risiko bencana lingkungan dan geopolitik: Kabel berada di zona seismik aktif dan rentan terhadap kecelakaan kapal atau sabotase. Jika terjadi kerusakan besar, konsekuensinya tidak hanya terputusnya layanan internet, melainkan juga gangguan pada sistem keuangan global, yang dapat memicu krisis ekonomi dan meningkatkan ketegangan militer di Timur Tengah.
Keempat fakta tersebut menegaskan bahwa infrastruktur bawah laut Iran bukan sekadar aset teknologi, melainkan komponen kunci dalam dinamika ekonomi dan keamanan regional. Pengawasan internasional dan upaya mitigasi bencana menjadi penting untuk mencegah dampak luas bila jaringan ini terganggu.