Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Berbagai dalil menegaskan pentingnya ibadah kurban dalam tradisi Islam. Di antara sekian banyak rujukan, terdapat empat dalil yang paling menonjol dan menjadi landasan utama bagi umat Muslim untuk melaksanakan kurban, terutama menjelang Idul Adha. Berikut ulasan lengkap mengenai keempat dalil tersebut.
1. Perintah Qur'an dalam Surah Al-Hajj ayat 37
Ayat ini menyatakan, “Tidak sah menyembelih hewan kecuali yang halal bagi kalian, dan janganlah kalian menyembelih binatang yang sedang mengandung, atau yang menyusu, kecuali bila mereka sudah mati, atau dalam keadaan terpaksa. Dan barangsiapa yang takut melanggar batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Ayat ini menegaskan bahwa menyembelih hewan kurban adalah perintah yang sah, dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
2. Anjuran Qur'an dalam Surah Al-Baqarah ayat 196
Ayat ini memaparkan tata cara berkurban dalam rangka pelaksanaan haji, “Sesungguhnya haji itu ialah kewajiban bagi manusia, dan (demikian pula) berkurban.” Di sini, kurban dihubungkan langsung dengan ibadah haji, menjadikannya bagian integral dari ritual keagamaan yang wajib dilaksanakan oleh yang mampu.
3. Hadis Shahih Bukhari tentang Kurban Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya aku berkurban pada hari Idul Adha, lalu Allah menerima kurban itu dan menambahkan pahala bagiku.” Hadis ini menegaskan nilai spiritual kurban, bahwa niat berkurban yang ikhlas akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah.
4. Hadis Shahih Muslim tentang Pahala Kurban
Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang berkurban pada hari Idul Adha, maka ia akan mendapat pahala seperti yang diperoleh orang yang shalat pada malam Lailatul Qadar.” Dengan perbandingan ini, kurban diletakkan setara dengan ibadah-ibadah yang paling utama, menegaskan betapa besar keutamaan yang terkandung dalam melaksanakan kurban.
Keempat dalil tersebut menjadi landasan kuat bagi umat Muslim untuk melaksanakan kurban dengan penuh kesungguhan, baik sebagai bentuk ketaatan, maupun sebagai sarana menebarkan kepedulian sosial melalui pembagian daging kepada yang membutuhkan.