Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Emas masih menjadi aset utama bagi banyak bank sentral sebagai penopang kestabilan devisa. Pada akhir 2023, sepuluh negara berikut mendominasi kepemilikan cadangan emas dunia.
- Amerika Serikat – sekitar 8.133,5 ton
- Jerman – sekitar 3.359,1 ton
- Italia – sekitar 2.451,8 ton
- Perancis – sekitar 2.436,2 ton
- Rusia – sekitar 2.299,9 ton
- Cina – sekitar 1.948,3 ton
- Swiss – sekitar 1.040,0 ton
- Jepang – sekitar 765,2 ton
- India – sekitar 770,0 ton
- Belanda – sekitar 612,5 ton
Posisi teratas tetap dikuasai oleh Amerika Serikat yang menyimpan lebih dari delapan ribu ton emas, hampir empat kali lipat cadangan negara berikutnya. Jerman menempati urutan kedua dengan cadangan lebih dari tiga ribu ton, menandakan kebijakan konservatif bank sentral Eropa dalam mempertahankan likuiditas.
Negara‑negara seperti Rusia dan Cina meningkatkan cadangan mereka dalam beberapa tahun terakhir sebagai respons terhadap ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi nilai tukar. Sementara itu, negara‑negara Eropa Barat tetap mengandalkan emas sebagai diversifikasi aset tradisional.
Secara keseluruhan, total cadangan emas yang dimiliki sepuluh negara ini mencapai lebih dari 23.000 ton, mencakup lebih dari setengah persentase total cadangan emas dunia. Hal ini menegaskan peran strategis emas dalam kebijakan moneter dan perlindungan nilai pada skala global.