Museum Seni Agung Rai, Museum Seni Yang Selalu Eksis Di Bali

Museum Seni Agung Rai

Mungkin bagi sebagian wisatawan yang seringkali melakukan liburan ke Bali, cukup familiar dengan nama Museum Seni Agung Rai. Museum Seni Agung Rai atau bisa juga disebut dengan Agung Rai Museum of Art ini tidak kalah hits dari museum seni lainnya yang ada di Bali.

Ketika wisatawan berencana mampir ke kawasan Gianyar, tujuan utama yang bisa kita datangi yakni Museum Seni Agung Rai. Museum ini cukup berpengaruh besar di Bali bahkan dijadikan sebagai salah satu kekayaan budaya.

Museum Seni Agung Rai ini memiliki konsep yang serupa dengan Museum Bali yang mana di museum tersebut kita akan menemukan beragam koleksi lukisan dari para seniman ternama Indonesia maupun luar negeri.

Bedanya, di Museum ini kita tidak hanya akan menemukan lukisan di atas kanvas saja. Melainkan ada pula lukisan dari kulit kayu maupun batuan yang sudah ada sejak tahun 1930-an. Keunikan tersebut menjadi daya tarik utama dari Museum ini.

Sejarah Singkat Museum Seni Agung Rai

Museum Seni Agung Rai ini diresmikan pada tanggal 9 Juni 1996 oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada saat itu yakni Prof. Wardiman Djojonegoro.

2022 10 03
Foto via Googlemaps/Donatella Fiorella

Di beri nama Museum Seni Agung Rai ini karena salah satu tokoh seniman sekaligus budayawan bernama Anak Agung Gde Rai. Anak Agung Gde Rai atau biasa dipanggil Gung Rai ini cukup berpengaruh besar terhadap pelestarian hingga perkembangan budaya di Bali. Kebanyakan wisatawan menyingkat Museum Seni ini dengan istilah ARMA (Agung Rai Museum of Art).

Gedung Museum Seni ini sengaja didesain dengan konsep bangunan tradisional Bali. Ada dua gedung utama yang bisa kita temukan di sana yakni Bale Daja dan Bale Dauh. Di sekitaran gedung utama tersebut kita akan melihat beberapa pelengkap seperti air mancur, pepohonan, hingga aneka patung. Bahkan di sana juga terdapat sebuah taman yang dihiasi dengan tanaman anggrek dan lily pound.

Daya Tarik Museum Seni Agung Rai

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, yang membedakan Museum Seni Agung Rai dengan museum lainnya yaitu adanya jenis lukisan permanen. Lukisan permanen tersebut terbuat dari batuan seperti lukisan Masteroieces yang sudah ada sejak tahun 1930. Lalu kita juga bisa menemukan keindahan lukisan lainnya yakni lukisan yang sengaja dibuat di atas kulit kayu.

Museum Seni ini juga memiliki koleksi lainnya yang tidak kalah menarik untuk dinikmati. Lukisan tersebut berasal dari berbagai aliran seni lukis mulai dari lukisan kamasan, lukisan pre war, lukisan aliran modern, lukisan aliran tradisional, dan masih banyak lagi.

2019 08 22
Foto via Googlemaps/J Somar

Beberapa tokoh seniman ternama yang lukisannya dipampang di Museum Seni ini yakni Walter Spies, Raden Saleh Syarif Bustaman, Adrien Le Mayeur De Merpres, Anak Agung Gede Sobrat, dan masih banyak lagi.

Selain menikmati keindahan lukisan, di Museum Seni Agung Rai juga kita bisa menikmati keindahan serta suasana sejuk layaknya di pedesaan. Wisatawan bisa menikmati hari liburan di tengah taman dan perkebunan yang ada.

Bahkan, bagi pecinta fotografi, banyak sudut yang bisa dijadikan sebagai latar belakang untuk diabadikan dalam sebuah jepretan kamera. Kita bisa berfoto dengan bangunan dan patung yang kental dengan nuansa Bali, di air mancur yang menawan, hingga di taman bunga yang begitu mempesona.

Tidak lupa pula, Museum Seni Agung Rai juga menyediakan kegiatan edukasi yang diberi nama Culture Workshops. Kegiatan ini akan memberikan pengetahuan seputar kebudayaan khas Bali. Ada kelas lukis yang bisa kita ikuti dalam kegiatan tersebut. Bahkan, Culture Workshops ini menjadi wadah bagi para seniman Bali yang karyanya ingin dipamerkan.

Untuk mengikuti Culture Workshops, wisatawan perlu datang langsung dan mendaftarkan diri di tempat pusat informasi yang ada di Museum Seni Agung Rai. Biasanya untuk mengikuti kegiatan kelas melukis, kita akan dikenakan biaya tambahan di luar dari tiket masuk.

Tidak hanya itu saja, Museum Seni Agung Rai juga menyediakan fasilitas pertunjukan teater, tarian, hingga musik. Pertunjukan ini hanya dipentaskan pada hari Minggu saja mulai dari pukul 09:00 WIB sampai dengan pukul 11:00 WIB.

Fasilitas lainnya yang bisa kita temukan di Museum Seni Agung Rai ini yakni perpustakaan, ruang baca, pusat oleh-oleh, gazebo, toko buku, lahan parkir, dan lainnya. Di sana juga terdapat sebuah kantin yang menyediakan beragam makanan ringan maupun berat. Untuk harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 13.000 saja.

Harga Tiket Museum Seni Agung Rai

Museum Seni Agung Rai ini membanderol tiket masuknya dengan harga Rp 100.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 130.000 untuk wisatawan asing. Menariknya, tiket tersebut sudah termasuk satu gelas kopi beserta air mineral.

Untuk mengikuti kelas lukis di Museum Seni Agung Rai ini kita akan dikenakan biaya tambahan yang ditaksir dengan Rp 20.000 hingga Rp 50.000 tergantung dengan fasilitas lukis yang kita inginkan.

Lalu kita juga akan dikenakan tiket parkir kendaraan bermotor sebesar Rp 3.000 dan kendaraan roda empat sebesar Rp 10.000.

Lokasi Museum Seni Agung Rai

Lokasi Museum Seni Agung Rai ini terbilang mudah ditemukan karena berada di Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Map klik disini.

Museum Seni Agung Rai juga berdekatan dengan Mandala Suci Wenara Wana atau Ubud Monkey Forest yang merupakan wisata paling popular di Bali.

Jika wisatawan datang dari Bandara Ngurah Rai, bisa melalui Jalan Raya Pelabuhan Benoa ke arah Jalan Palguna. Dari sana kita hanya perlu mengikuti petunjuk jalan yang bisa ditempuh hanya dengan waktu 1 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai.

Karena akses transportasi umum menuju ke lokasi Museum Seni Agung Rai ini belum memadai, wisatawan wajib membawa kendaraan pribadi maupun melakukan sewa motor atau mobil di jasa rental terdekat.

Museum Seni Agung Rai ini memiliki durasi waktu operasional yang panjang yakni mulai dari pukul 09:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB. Untuk menghindari antrian panjang di loket kasir yang akan memakan waktu, wisatawan bisa membeli tiket secara online melalui websitenya di www.armabali.com atau melalui nomor telepon 0361976659.

Akomodasi

Kawasan Ubud dikenal sebagai gudangnya pariwisata, untuk menemukan penginapan di sana tentunya sangat mudah. Bahkan, Museum Seni Agung Rai juga menyediakan fasilitas resort yang bisa kita coba. Namanya ARMA Museum & Resort.

Setelah lelah berkeliling Museum Seni Agung Rai, kita bisa mampir ke sana hanya dengan waktu sekitar 4 menit perjalanan. Mengenai fasilitasnya tentunya sangat lengkap mulai dari kamar, toilet, ruang dinner, kolam renang, dan masih banyak lagi.

Harga paket penginapan yang diberlakukan di ARMA Museum & Resort ini mulai dari Rp 928.000 per malam. Dengan begitu wisatawan bisa bermalam di Bali dengan sangat nyaman.

Wisatawan yang ingin liburan ke Bali tidak melulu memusatkan tujuannya ke destinasi pantai. Wisatawan juga wajib banget mampir ke berbagai tempat rekreasi sekaligus edukasi yang ada di Bali guna menambah wawasan dan pengalaman berharga. Dan salah satu tempat tersebut yang tidak boleh kita lewatkan yakni Museum Seni Agung Rai.

Avatar for Marlina Septiana
Marlina Septiana Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
Avatar for Marlina Septiana
Marlina Septiana Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments