Museum Adityawarman, Wisata Edukasi Kebudayaan Minangkabau

Museum Adityawarman

Salah satu museum yang tidak boleh kita lewatkan ketika melakukan liburan di Padang yaitu Museum Adityawarman. Museum budaya Sumatra Barat yang memiliki julukan Taman Mini ala Sumatra Barat.

Siapa yang tidak tau Padang? Mungkin mendengar namanya wisatawan teringat salah satu makanan khas yang dipuji oleh dunia yakni nasi padang. Kota Padang sendiri merupakan ibukota dari provinsi Sumatera Barat.

Selain dikenal dengan makanan khasnya berupa nasi padang, Padang juga dikenal akan legendanya yaitu Malin Kundang dan Siti Nurbaya. Kota Padang ini berbatasan langsung dengan laut serta perbukitan. Itulah yang membuat Kota Padang ini memiliki destinasi wisata menarik yang bisa kita kunjungi untuk kegiatan liburan keluarga.

Namun tidak hanya sekedar tempat wisata alam maupun taman hiburannya saja yang berhasil menarik perhatian orang-orang, ada juga wisata edukasi berupa monumen ternama hingga sebuah museum yang bisa kita temui di Padang.

Sejarah Singkat Museum Adityawarman

Sebelum dijadikan lokasi Museum Adityawarman, tempat tersebut merupakan sebuah taman yang dikenal dengan nama Taman Melati. Pada masa penjajahan Belanda, di taman tersebut terdapat sebuah tugu yang bernama Tugu Micheils. Namun pada masa pemerintahan Jepang, tugu tersebut dibongkar dan besinya dibawa ke Jepang.

Lalu pada tahun 1974, mulai di kerjaan sebuah konstruksi pembangunan museum. Lalu selesai dan diresmikan pada tanggal 16 Maret 1977. Museum tersebut dinamakan Museum Adityawarman.

Pemberian nama museum ini tidak lepas dari seorang raja Martapura pada abad ke 14. Saat ini, nama Museum Adityawarman cukup viral di media sosial. Setiap harinya jumlah pengunjung yang datang ke sana mencapai puluhan hingga ratusan jika sedang ada kegiatan sekolah.

2022 09 08 2 1
Foto via Google maps/Nur Amalia

Koleksi Museum Adityawarman

Museum Adityawarman ini memiliki luas lahan hingga 2,6 hektar dengan luas bangunan mencapai 2.854,8 meter persegi. Areanya dirindangi oleh pepohonan besar sehingga terkesan teduh dan menyegarkan. Ada setidaknya 100 jenis tanaman berupa apotek hidup dan juga pohon pelindung.

Di Museum Adityawarman ini wisatawan akan menemukan berbagai macam koleksi yang dikelompokkan ke dalam 10 jenis berupa biologika, etnografika, biologika, historika, arkeologika, filologika, keramologika, numismatika, teknalogika, dan juga seni rupa.

Selain itu, di Museum Adityawarman ini juga kita akan menemukan peninggalan kerajaan Dharmasraya yaitu patung Bhairawa dan juga patung Amoghapasa. Wisatawan bisa menambah edukasi dari banyaknya koleksi yang bisa kita temukan di Museum Adityawarman.

Ketika pertama kali masuk, wisatawan akan menemukan ruang utama berupa diorama yang menampilkan sistem adat istiadat masyarakat Minang. Salah satu hal yang cukup unik dari Minang dibanding wilayah lainnya yang ada di Indonesia, sistem kekerabatan Minangkabau menggunakan sistem matrilineal. Dengan begitu pengaruh perempuan lebih kuat di Minangkabau.

20221228 132121 1
Foto via Google maps/Jin Yamazaki

Maka dari itu, diorama yang ditampilkan di ruangan utama Museum Adityawarman ini menampilkan kegiatan yang biasa dilakukan oleh perempuan seperti mengasuh anak, memasak, dan masih banyak lagi.

Koleksi lainnya yang bisa kita temukan di Museum Adityawarman ini berupa jenis-jenis perhiasan tradisional, instrumen musik, pernak-pernik busana, replika sajian kuliner khas Padang, dan masih banyak lagi.

Fasilitas lainnya yang ada berupa toilet, musala, gazebo, aula, lahan parkir, dan masih banyak lagi.

Bahkan di sekitar sana juga kita bisa menemukan aneka resto yang menyediakan berbagai menu khas Padang. Beberapa diantaranya yang bisa kita coba seperti rendang, sate padang, ayam pop, ikan asam padeh, dan lainnya. Untuk harga menu makanan yang ada di sana dibanderol mulai dari Rp 17.000.

Harga Tiket Masuk Museum Adityawarman

Untuk masuk ke Museum Adityawarman ini wisatawan akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 per orang untuk dewasa dan Rp 3.000 per orang untuk anak-anak. Ada pun harga tiket parkir kendaraan yang biasanya dibanderol mulai dari Rp 2.000 setiap kendaraan.

Bagi wisatawan yang datang secara beramai-ramai bisa reservasi lebih dulu melalui nomor 082135668501 untuk menanyakan soal kesediaan tiket dan juga diskon lantaran melakukan pembelian dalam jumlah banyak.

Lokasi dan Jam Buka Museum Adityawarman

Wisatawan yang ingin menambah edukasi seputar Minang, bisa datang ke Museum Adityawarman yang berada di Jalan Diponegoro No.10, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25114. Google Maps.

Wisatawan yang datang dari arah Bukittinggi khususnya Jam Gadang, bisa menempuhnya dengan waktu sekitar 2 jam 40 menit perjalanan. Kita bisa melalui Jalan DR. Hamka menuju ke Jalan S. Parman. Dari sana kita masuk ke Jalan Pancasila dan sampai di Jalan Diponegoro.

Lokasinya berdekatan dengan Taman Siti Nurbaya dan juga Pantai Sumatera Barat yang tentunya bisa kita temukan dengan mudah.

Museum Adityawarman ini beroperasi setiap hari Selasa sampai Minggu. Untuk jam operasionalnya mulai dari pukul 07:30 WIB – 15:00 WIB setiap hari Selasa sampai Jumat. Dan mulai pukul 09:00 WIB – 17:00 WIB setiap hari Sabtu dan Minggu.

Penginapan Terdekat

Wisatawan yang ingin melakukan penginapan dekat dengan lokasi Museum Adityawarman bisa mengunjungi salah satu hotel bernama Santika Premiere Hotel Padang yang berlokasi di Jalan Jend. A Yani No.20, Olo, Kecamatan Padang Barat Kota Padang, Sumatera Barat 25117.

Wisatawan hanya perlu menempuhnya dengan waktu sekitar 7 menit perjalanan. Lalu tarif penginapan yang diberlakukan di hotel tersebut mulai dari Rp 629.000 hingga Rp 1.399.000 per malam sesuai dengan fasilitas penginapan yang kita dapatkan.

Wisatawan yang kebetulan sedang berlibur di Padang bersama keluarga, wajib banget menambah edukasi di Museum Adityawarman ini.

Avatar for Marlina Septiana
Marlina Septiana Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
Avatar for Marlina Septiana
Marlina Septiana Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments