Putri Aprilia Seorang yang suka berimajinasi :)

Mengenal Batik Oey Soe Tjoen Pekalongan yang Legendaris

Batik Oey Soe Tjoen Pekalongan

Tau Nggak sih? Diantara sekian banyaknya usaha batik di Pekalongan, ada ada satu gerai yang bernama Batik Oey Soe Tjoen, yang ternyata sudah melegenda.

Usut punya usut, memang toko batik yang satu ini sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Waaaah… pantas saja disebut legendaris ya..

Apa lagi sih yang istimewa dari batik ini? Yuk, kenalan lebih lanjut dengan batik asal Kota Pekalongan ini.

1. Sejarah Batik Oey Soe Tjoen

Usaha batik tulis legendaris ini, sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tahun 1925, udah lama banget kan ?

Pemilik usaha batik yang bernama Oey Soe Tjoen, mampu mempertahankan produksi batik tulisnya hingga saat ini.

Merintisnya usaha batik tulis Oey Soe Tjoen, merupakan hal yang bertolak belakang dengan usaha batik cap milik ayahnya yang telah berjalan puluhan tahun.

Label batik Oey Soe Tjoen
foto: instagram.com/harapanprimaprinting/

Oey Soe Tjoen enggan melanjutkan usaha batik cap ayahnya, dan memilih memulai usaha sendiri, yaitu batik tulis.

Dalam rasa kekecewaan tersebut, sang ayah meyakinkan Soe Tjoen, bahwa meneruskan usaha keluarganya jauh lebih aman dan pilihan yang diambil Soe Tjoen salah.

Namun Oey Soe Tjoen tetap berisikukuh mewujudkan mimpinya, meski ia tau resikonya sangat besar. Apalagi setelah ia menikah dengan Kwee Tjoen Giok yang memiliki irama selaras, membuat tekadnya semakin bulat.

Dengan bertempat di rumahnya, daerah Kedungwuni, Soe Tjoen mulai merintis usaha batik tulisnya. Ia juga mengajak petani – petani di sekitarnya untuk membatik sebagai pekerjaan sampingan agar mendapat tambahan penghasilan.

Wisata Menarik Lainnya :  Yuk! Tengok 5 Wisata Belanja Semarang yang Hits

Meskipun demikian, ia tidak memonopoli para petani tersebut. Saat musim panen mereka dibolehkan menggarap lahan. Ia juga seorang yang tegas, dimana pekerja yang dilanda masalah tak diijinkan untuk membatik hingga urusannya selesai.

Dari sini bisa kita lihat, sosok Oey Soe Tjoen yang teguh pada pendirian, dan mudah bergaul, tanpa memandang siapa yang menjadi kawannya.

Kini usaha batik Oey Soe Tjoen dipegang oleh generasi ketiga, yaitu Widianti Wijadja

2. Alamat Batik Oey Soe Tjoen

Jl. Raya Kedungwuni No.208, Kedungwuni, Kedungwuni Bar., Kec. Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah 51173

3. Rute Menuju Lokasi

Perjalanan menuju lokasi Btik Oey Soe Tjoen dimulai dari pusat kota Pekalongan yang berada di Jl Hasanuddin belok ke kiri melintasi Jl Salak, diteruskan ke arah Jl Manggis.

Tak berapa lama kemudian, kamu akan menemukan bundaran, di bundaran inilah ambil jalan keluar pertama menuju Jl Imam Bonjol. Lalu, lurus saja mengikuti jalan pemuda hingga ke jalan Kedungwuni.

Kamu akan menjumpai Batik Oey Soe Tjoen di sebelah kiri jalan.

4. Mengenal Ragam Motif Batik Oey Soe Tjoen

Motif batik yang dihasilkan oleh Oey Soe Tjoen atau yang lebih mudah disebut dengan batik OST, merupakan akultural budaya Tionghoa dengan Indo-Eropa dan Jepang.

Ia seorang yang terbuka dan mudah berteman dengan siapa saja, jadi mudah baginya bertukar pikiran mengenai seni batik dan mengkreasikannya pada kain batik.

Berikut ini, merupakan beberapa motif khas Batik Oey Soe Tjoen :

a. Motif Buketan

Nama motif ini diambil dari istilah bahasa Inggris flower bouquet yang berarti karangan bunga. Soe Tjoen terinspirasi dari kartu pos koleksinya. Kartu – kartu pos tersebut dikumpulkan, lantas meminta juru gambar untuk menggambarnya pada selembar kain.

Motif Buketan
foto: instagram.com/widianti_lian

Desain batik yang dihasilkan dari motif buketan, berupa rangkaian bunga seperti seruni, mawar, tulip, daffodil, sepatu, teratai, dan magnolia. Dipadu dengan warna yang kalem, antara lain hijau muda, merah muda, biru muda dan kuning.

Wisata Menarik Lainnya :  Yuk! Jalan-jalan ke Kampung Batik Laweyan Solo

b. Motif Batik Hokokai

Berawal dari bangsa Jepang yang mulai menduduki Indonesia. Soe Tjoen tidak menutup diri. Ia justru terbuka dan mempelajari simbol dalam budaya jepang.

Motif batik Hokkokai
foto: instagram.com/widianti_lian

Hingga akhirnya tercetuslah motif Hokokai ini, dengan ragam hias disesuaikan dengan budaya Jepang. Ada merak, bunga dan kupu – kupu.

Semula, kain batik dengan motif hokokai dibuat untuk memenuhi lembaga Jawa Hokokai. Kain – kain ini akan diberikan pada para pemuda yang ikut terlibat dalam propaganda Jepang masa itu.

Dan benar saja hasil karya Soe Tjoen ini mendapat sambutan hangat dari koleganya orang – oang Jepang itu. Batik motif hokokai ala OST mulai banyak dipesan.

5. Harga Batik Art Oey Soe Tjoen

Koleksi batik oey soe tjoen
foto: instagram.com/widianti_lian

Ada kualitas, ada harga pula. Seperti itulah kata yang tepat untuk menggambarkan harga Batik Oey Soe Tjoen ini. Selembar kainnya bisa dihargai puluhan hingga ratusan juta. Fantastis sekali bukan ?

Ini dikarenakan proses produksi yang memakan waktu lama. Dalam satu tahun OST hanya bisa menghasilkan 25 helai kain batik saja. Bahkan ada selembar kain batik yang dibuat dalam kurun waktu tiga hingga tujuh tahun lamanya.

Selain itu, pengrajin batiknya saat ini terbatas dan berumur lebih dari 50 tahunan.

Itu dia yang mendasari mengapa batik Oey Soe Tjoen menjadi legendaris. Menariknya lagi, Oey Soe Tjoen ini jadi salah satu destinasi wisata belanja batik di Pekalongan yang hits.

Tertarik lebih lanjut mengenai batik tersebut ? Langsung aja kunjungi gerainya yang ada di Pekalongan.

Putri Aprilia Seorang yang suka berimajinasi :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *