Setapak Langkah – 26 Agustus 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menargetkan penyelesaian proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt‑puncak (GWp) dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Total nilai investasi yang diperkirakan dibutuhkan mencapai sekitar Rp1.140 triliun.
Rencana dan Tahapan Pelaksanaan
- Fase pertama (tahun pertama): identifikasi lokasi strategis, penyusunan izin, dan pengadaan lahan seluas lebih dari 200.000 hektar.
- Fase kedua (tahun kedua): pembangunan fasilitas utama di kawasan pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
- Fase ketiga (tahun ketiga): instalasi panel surya, pengujian sistem, dan integrasi ke jaringan listrik nasional.
Manfaat Ekonomi dan Energi
Investasi ini diproyeksikan akan menambah kapasitas energi terbarukan nasional secara signifikan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta membuka lapangan kerja di sektor konstruksi, manufaktur panel, dan operasi pemeliharaan. Selain itu, peningkatan produksi listrik bersih diharapkan menurunkan biaya listrik bagi konsumen dan industri.
Hambatan yang Dihadapi
Beberapa tantangan utama meliputi kebutuhan pendanaan skala besar, koordinasi antar‑lembaga pemerintah, serta penyediaan tenaga ahli yang memadai. Pemerintah berencana menggalang partisipasi swasta melalui skema pembiayaan publik‑swasta (PPP) dan obligasi hijau.
Dengan komitmen politik yang kuat serta dukungan finansial yang signifikan, proyek PLTS 100 GWp diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mencapai target kemandirian energi pada dekade berikutnya.