Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | PT Pelni (Persero) mengumumkan layanan pengiriman gratis bagi semua pihak yang ingin menyalurkan bantuan logistik ke daerah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebijakan ini mencakup warga, lembaga sosial, serta organisasi non‑pemerintah yang menggunakan armada kapal penumpang dan kargo Pelni.
Setelah gempa berkekuatan besar mengguncang beberapa kabupaten di NTT pada akhir pekan lalu, kebutuhan akan makanan, obat‑obatan, serta bahan bangunan meningkat tajam. Pemerintah daerah dan lembaga bantuan mengandalkan transportasi laut sebagai jalur utama karena kondisi jalan darat masih terbatas. Dengan menghapus biaya pengangkutan, Pelni berupaya mempercepat distribusi bantuan dan mengurangi beban anggaran organisasi donor.
Layanan ini berlaku mulai hari ini dengan ketentuan sebagai berikut:
- Biaya pengiriman (ongkos kirim) dibebaskan sepenuhnya.
- Pengirim hanya dikenakan biaya administrasi minimal sebesar Rp10.000 per pengiriman.
- Batas berat total per kontainer tidak melebihi 10.000 kg atau volume 30 m³.
- Pengiriman dapat dilakukan melalui rute reguler Pelni yang melayani pelabuhan di NTT.
Berikut langkah‑langkah praktis untuk memanfaatkan layanan ini:
- Siapkan barang bantuan dan pastikan sesuai dengan standar keamanan serta tidak mengandung bahan berbahaya.
- Kunjungi kantor Pelni terdekat atau hubungi pusat layanan pelanggan untuk mendaftar sebagai pengirim.
- Isi formulir pengiriman gratis yang disediakan, sertakan data kontak dan jenis barang.
- Serahkan barang ke petugas di pelabuhan pada hari keberangkatan yang telah dijadwalkan.
- Gunakan nomor tracking yang diberikan untuk memantau kedatangan kapal dan estimasi waktu tiba di pelabuhan tujuan.
Rute utama yang menampung pengiriman bantuan antara lain:
| Rute | Keberangkatan | Tujuan |
|---|---|---|
| Jakarta – Kupang | Setiap Senin | Kupang (NTT) |
| Surabaya – Larantuka | Setiap Rabu | Larantuka (NTT) |
Pelni menargetkan agar setidaknya 5.000 ton bantuan dapat diangkut selama tiga bulan ke depan melalui program ini. Pihak manajemen berharap kebijakan gratis ongkos kirim dapat menjadi contoh sinergi antara sektor transportasi dan aksi kemanusiaan dalam menghadapi bencana alam.