Setapak Langkah – 19 Agustus 2026 | Paul Biya, yang menjabat sebagai Presiden Kamerun sejak 6 November 1982, kini menjadi sosok pemimpin tertua di dunia yang masih memegang kekuasaan. Lahir pada 13 Februari 1933 di Mvomeka’a, provinsi Centre, ia berusia 93 tahun pada tahun 2026 dan telah memerintah negara Afrika Barat Laut selama lebih dari empat dekade.
Karier politik Biya dimulai pada era kolonial Prancis, ketika ia menempuh pendidikan di Universitas Paris dan kemudian bergabung dengan layanan sipil Kamerun. Setelah kemerdekaan, ia menempati berbagai posisi penting, termasuk Perdana Menteri (1975‑1982) sebelum akhirnya diangkat menjadi Presiden oleh Presiden pendahulunya, Ahmadou Ahidjo.
Selama masa kepemimpinannya, Biya dikenal dengan kebijakan otoriter yang menekankan stabilitas politik di atas demokratisasi. Konstitusi Kamerun telah diubah beberapa kali untuk memperpanjang masa jabatan presiden, termasuk amandemen 2008 yang menghapus batas masa jabatan, memungkinkan Biya untuk mencalonkan diri kembali pada pemilu 2011, 2018, dan 2025.
Dalam beberapa tahun terakhir, sorotan media tertuju pada perjalanan luar negeri Biya yang tidak biasa. Pada awal 2026, ia melakukan kunjungan resmi ke Eropa yang direncanakan berlangsung selama dua minggu, namun berakhir menjadi perjalanan berkelanjutan selama lebih dari dua bulan. Selama berada di luar negeri, Biya mengunjungi beberapa negara termasuk Prancis, Belgia, dan Swiss, di mana ia bertemu dengan pemimpin-pemimpin regional untuk membahas kerjasama ekonomi dan keamanan.
Kehadiran panjang Biya di luar negeri menimbulkan spekulasi luas bahwa pemerintahan Kamerun dijalankan secara “auto‑pilot”. Para pengamat politik berpendapat bahwa kekuasaan eksekutif di Kamerun telah didelegasikan kepada jaringan loyalis dekat Presiden, termasuk Perdana Menteri, menteri-menteri senior, serta aparat keamanan. Kondisi ini memperparah kekhawatiran akan penurunan transparansi, penegakan hukum yang tidak konsisten, dan potensi penyalahgunaan sumber daya negara.
Berikut rangkuman poin-poin utama tentang Paul Biya dan situasi politik Kamerun saat ini:
- Usia dan Masa Jabatan: 93 tahun, menjabat sejak 1982 (lebih dari 44 tahun).
- Latar Belakang Pendidikan: Lulusan Institut d’Etudes Politiques de Paris (Sciences Po).
- Kebijakan Kunci: Konsolidasi kekuasaan, revisi konstitusi, penekanan pada stabilitas.
- Kritik Internasional: Tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, penindasan oposisi, dan kurangnya pemilu yang adil.
- Perjalanan Eropa 2026: Awalnya 2 minggu, berubah menjadi lebih dari 2 bulan, menimbulkan pertanyaan tentang kepemimpinan dalam negeri.
- Respons Pemerintah: Menyatakan bahwa urusan negara tetap berjalan melalui tim penasihat dan menteri senior.
Walaupun Biya tetap menjadi figur sentral dalam politik Kamerun, dinamika internal dan tekanan eksternal semakin menguji kelangsungan pemerintahannya. Observasi ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana jaringan loyalisnya mengelola urusan negara selama sang pemimpin berusia nonagenarian ini tetap berada di luar negeri, serta sejauh mana oposisi domestik dapat memanfaatkan momen ini untuk menuntut reformasi yang lebih mendalam.