Setapak Langkah – 19 Agustus 2026 | Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan perannya dalam penanganan bencana alam dengan membantu merujuk warga desa Dampek, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang terdampak gempa bumi pada 17 Agustus 2024 ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan Bajo. Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter mengguncang wilayah tersebut, menimbulkan kerusakan struktural pada beberapa rumah dan fasilitas publik serta melukai puluhan orang.
Tim medis PMI yang dikerahkan segera melakukan penilaian awal di lapangan. Dari hasil pemeriksaan, terdapat 23 korban luka ringan hingga sedang yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan radiologi dan perawatan luka bakar. Karena RSUD Labuan Bajo merupakan fasilitas kesehatan terdekat dengan kapasitas yang memadai, PMI mengatur proses evakuasi menggunakan ambulans yang dilengkapi tenaga medis.
Proses rujukan berlangsung dalam tiga tahap utama:
- Identifikasi dan triase: Tim PMI mengklasifikasikan korban berdasarkan tingkat keparahan luka.
- Transportasi: Ambulans dilengkapi dengan peralatan stabilisasi, oksigen, dan obat-obatan dasar.
- Serah terima di rumah sakit: Dokter di RSUD Labuan Bajo menerima laporan lengkap mengenai kondisi masing‑masing pasien.
Koordinasi antara PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, dan Dinas Kesehatan setempat berjalan lancar, berkat adanya pusat komando darurat yang dibentuk setelah gempa. Selain transportasi, PMI juga menyediakan bantuan logistik berupa kantong pertolongan pertama, selimut, dan makanan ringan bagi korban yang menunggu penanganan.
Selama operasi, tim sukarelawan PMI mencatat bahwa akses jalan menuju Labuan Bajo sempat terhambat oleh longsor kecil. Untuk mengatasi hal ini, mereka bekerja sama dengan Satgas TNI‑AD yang menyiapkan jalur alternatif menggunakan kendaraan off‑road.
Pejabat PMI setempat menegaskan komitmen organisasi untuk terus memantau kondisi korban pasca‑perawatan, serta menyiapkan layanan psikososial bagi mereka yang mengalami trauma akibat gempa. Langkah selanjutnya meliputi penilaian kerusakan rumah tinggal dan penyediaan bantuan material bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Kejadian ini menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam penanganan bencana, serta peran vital PMI sebagai penyelamat pertama yang memastikan warga terdampak mendapatkan perawatan medis yang tepat waktu.