Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Presiden Megawati Soekarnoputri memilih untuk tidak hadir dalam upacara resmi di Istana Merdeka, Jakarta. Sebagai gantinya, beliau melaksanakan upacara seremonial bersama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sekolah Partai yang berada di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain:
- Kebutuhan untuk menegaskan solidaritas dengan anggota partai di tingkat akar rumput.
- Keinginan untuk menyalurkan doa dan dukungan secara langsung kepada korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru-baru ini melanda wilayah tersebut.
- Upaya menghindari penjadwalan yang berpotensi menimbulkan kerumitan logistik di Istana Merdeka.
Dalam upacara yang berlangsung sederhana, Megawati menyampaikan harapan agar para korban gempa NTT segera mendapatkan bantuan dan pulih dari dampak bencana. Ia menekankan pentingnya persatuan dan gotong‑royong dalam menghadapi musibah alam.
Setelah upacara, Presiden kembali ke Istana Kepresidenan untuk melanjutkan agenda kerja, termasuk pembahasan kebijakan ekonomi dan sosial yang menjadi prioritas pemerintah. Keputusan untuk tidak menghadiri upacara di Istana Merdeka tidak menandakan penolakan terhadap institusi negara, melainkan merupakan pilihan strategis untuk memperkuat ikatan partai serta menyalurkan empati secara lebih langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.