Setapak Langkah – 12 Agustus 2026 | Seorang tukang cukur di sebuah kota kecil menjadi sorotan media sosial setelah menolak memasang bendera Merah Putih pada pekan terakhir menjelang Hari Kemerdekaan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya masih meragukan arti kemerdekaan bagi rakyat, sehingga merasa tidak pantas menampilkan simbol tersebut.
Insiden ini pertama kali muncul di platform video pendek, dimana tukang cukur tersebut memperlihatkan diri sedang menolak memasang bendera di tempat kerjanya. Ia menjelaskan bahwa selama bertahun‑tahun ia menyaksikan banyak janji politik yang tidak terealisasi, sehingga rasa percaya terhadap kemerdekaan menjadi tergerus.
Reaksi netizen pun beragam. Sebagian mengkritik sikapnya sebagai tidak patriotik, sementara yang lain mendukung haknya untuk menyuarakan kekecewaan. Berikut rangkuman komentar paling menonjol:
- Pro‑patriik: “Kalau tidak mau pasang bendera, paling tidak hormati momen ini”.
- Empati: “Dia hanya mengungkapkan rasa frustasi, bukan menolak Indonesia“.
- Humor: “Lagi kerja aja diganggu, santai dulu”.
Beberapa pakar sosiologi menilai fenomena ini mencerminkan ketegangan antara simbol nasional dan realitas kehidupan sehari‑hari. Mereka menekankan pentingnya dialog terbuka agar rasa kebangsaan tidak sekadar menjadi formalitas.
Hingga kini, tukang cukur tersebut belum memberikan klarifikasi lanjutan, namun video tersebut telah ditonton ribuan kali dan terus menjadi bahan perbincangan di berbagai platform.