Setapak Langkah – 11 Agustus 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imen, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin di seluruh Indonesia.
Cak Imen menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak dapat dicapai hanya melalui bantuan bersifat jangka pendek. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan sektor swasta untuk menciptakan solusi berkelanjutan yang meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.
Dalam pertemuan yang diadakan di kantor Baznas, Menko PM menyoroti tiga fokus utama yang akan diprioritaskan ke depan:
- Peningkatan akses pendidikan: menyediakan beasiswa, perlengkapan belajar, dan program literasi keuangan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
- Pelatihan keterampilan kerja: mengadakan kursus vokasi, pelatihan digital, dan program magang yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja daerah.
- Pemberian modal usaha mikro: menyalurkan dana hibah dan pembiayaan mikro untuk usaha kecil, terutama di sektor agrikultur, kerajinan, dan perdagangan lokal.
Data terbaru yang disampaikan oleh Baznas menunjukkan bahwa lebih dari 1,5 juta keluarga telah menerima bantuan langsung maupun program pendampingan selama dua tahun terakhir. Dari total tersebut, sekitar 30 persen telah berhasil mengembangkan usaha kecil yang menghasilkan pendapatan di atas rata-rata regional.
Cak Imen menutup pertemuan dengan menekankan bahwa keberhasilan program pemberdayaan bergantung pada evaluasi berkelanjutan, transparansi penggunaan dana, serta partisipasi aktif penerima manfaat dalam perencanaan program. Ia mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi demi menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dalam jangka menengah.