Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Pasukan Komando Operasi (Koops) TNI yang tergabung dalam satuan Halu Oposisi Bencana (Habema) berhasil menembus wilayah Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya pada hari Senin, 8 Oktober 2024. Operasi tersebut difokuskan pada evakuasi penduduk sipil yang berada di zona rawan aktivitas Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Tim Habema melakukan pendekatan dengan pengawalan ketat, mengandalkan kombinasi helikopter, kendaraan lapis baja, dan pasukan infanteri. Seluruh proses evakuasi dijalankan secara terkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta aparat keamanan setempat.
Langkah-langkah utama dalam operasi evakuasi
- Penempatan pos pengawasan di titik-titik strategis untuk memantau pergerakan OPM.
- Penggunaan helikopter untuk mengevakuasi warga yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau darat.
- Penyediaan transportasi darat berbasis kendaraan lapis baja bagi warga yang berada di jalur utama.
- Pemberian bantuan kemanusiaan berupa makanan, air bersih, dan peralatan medis kepada para evakuan.
- Koordinasi dengan lembaga sosial untuk penempatan sementara di kamp pengungsian yang telah disiapkan.
Jadwal evakuasi utama
| Waktu | Lokasi | Jumlah Warga |
|---|---|---|
| 06.00-08.00 | Desa Suka Maju | 120 orang |
| 09.00-11.00 | Desa Merdeka | 95 orang |
| 13.00-15.00 | Desa Damai | 78 orang |
Hasil sementara menunjukkan bahwa lebih dari 300 warga telah berhasil dievakuasi tanpa mengalami cedera. Semua korban dipindahkan ke pusat penampungan di Kabupaten Jayapura, di mana mereka akan menerima perlindungan hingga situasi keamanan di Intan Jaya membaik.
Pihak TNI menegaskan bahwa operasi ini bersifat kemanusiaan dan tidak bermaksud mengintervensi urusan politik daerah. Namun, mereka menambahkan bahwa upaya pengamanan wilayah tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya aksi-aksi kekerasan di masa depan.