Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Petugas gabungan dari beberapa lembaga terus memantau dan memadamkan kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Pasuruan. Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada awal pekan ini telah menyebar hingga menutupi sekitar 520 hektare lahan hutan dan lahan terbuka.
Faktor utama yang diduga memicu kebakaran adalah cuaca kering yang dipadukan dengan angin kencang, sehingga api mudah menyebar. Selain itu, aktivitas manusia seperti pembakaran lahan untuk pertanian juga menjadi penyumbang risiko.
- Luasan terbakar: ~520 hektare
- Area terdampak: hutan primer, padang rumput, dan zona wisata
- Penyebab utama: cuaca kering, angin, pembakaran liar
- Tim penanggulangan: TNI, Polri, BKSDA, Satgas Pemadam Kebakaran
Tim penanggulangan yang terdiri atas TNI, Polri, Badan Keamanan dan Penanggulangan Bencana Daerah (BKSDA), serta Satgas Pemadam Kebakaran telah mengerahkan helikopter, pesawat pemadam, dan unit darat untuk mengendalikan titik api. Sampai saat ini, upaya pemadaman telah berhasil menurunkan intensitas kebakaran di beberapa zona, namun titik api masih tetap aktif di beberapa area yang sulit dijangkau.
Pemerintah setempat juga menggalang bantuan logistik berupa air, bahan bakar, dan perlengkapan pemadam bagi tim di lapangan. Selain itu, masyarakat sekitar diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada petugas.
Kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan akan berdampak pada ekosistem lokal, termasuk penurunan populasi satwa liar dan degradasi kualitas udara. Upaya rehabilitasi pasca kebakaran akan melibatkan penanaman kembali pohon serta pemulihan habitat satwa.
Dengan koordinasi lintas lembaga dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kebakaran dapat segera terkendali dan ekosistem TNBTS dapat pulih kembali dalam jangka menengah.