Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Survei terbaru yang dirilis oleh Indonesian Polling Agency (IPO) menegaskan bahwa langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali aktif mengunjungi berbagai daerah belum memberi dampak signifikan terhadap popularitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Meskipun Presiden sering melakukan “blusukan” di wilayah-wilayah strategis menjelang pemilihan umum 2024, angka dukungan PSI tetap stagnan.
Berikut rangkuman temuan utama survei IPO yang melibatkan 1.500 responden terpilih secara acak di seluruh Indonesia:
| Periode | Persentase Dukungan PSI |
|---|---|
| Maret 2024 (sebelum blusukan intensif) | 2,4 % |
| Juli 2024 (setelah rangkaian blusukan) | 2,5 % |
Perubahan sebesar 0,1 poin persentase ini dianggap tidak signifikan oleh para analis politik. Mereka menilai bahwa faktor‑faktor lain—seperti program kebijakan, citra partai, dan dinamika koalisi—memainkan peran yang lebih dominan dalam menentukan elektabilitas PSI.
Beberapa poin penting yang diangkat dalam analisis survei:
- Visibilitas vs. Konversi: Kunjungan Presiden meningkatkan visibilitas PSI di media sosial, namun belum bertransformasi menjadi peningkatan dukungan nyata di lapangan.
- Demografi Pemilih: PSI masih bergantung pada pemilih muda (18‑30 tahun) yang menunjukkan loyalitas fluktuatif dan mudah berpindah pilihan.
- Kompetisi Partai Lain: Partai-partai pendukung reformasi seperti PKS dan PKB berhasil mempertahankan basis pemilih yang lebih stabil, menambah tantangan bagi PSI.
Pengamat politik menegaskan bahwa untuk meningkatkan elektabilitas, PSI perlu memperkuat program kebijakan yang konkret serta memperluas jangkauan di wilayah‑wilayah pedesaan, yang selama ini masih menjadi wilayah kuat partai-partai tradisional.
Secara keseluruhan, survei IPO menyiratkan bahwa kunjungan Presiden Jokowi belum menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan dukungan PSI menjelang pemilu 2024.