Setapak Langkah – 07 Agustus 2026 | Tim penyidik Polri yang menangani kasus mutilasi di Depok menggeledah ponsel milik tersangka utama, Saepullah, pada Senin (7/8/2023). Pemeriksaan digital mengungkap jejak interaksi di aplikasi pesan yang mengindikasikan keterlibatan Saepullah dalam komunitas penyuka sesama jenis.
Motif utama yang disangkakan oleh penyidik tetap berupa dugaan pencurian yang berujung pada pembunuhan. Korban, seorang perempuan berusia 27 tahun, dilaporkan hilang pada akhir Juli 2023 setelah terakhir terlihat di sebuah kafe di wilayah Depok. Badan korban ditemukan beberapa hari kemudian dengan luka mutilasi yang mengerikan.
- Saepullah diduga memiliki akses ke rumah korban melalui hubungan pribadi yang terjalin di grup daring.
- Telepon seluler mengindikasikan adanya pertukaran barang berharga sebelum kejadian.
- Polisi mencatat bahwa percakapan terakhir antara Saepullah dan korban mengandung ancaman tersembunyi terkait barang yang diduga dicuri.
Selain itu, penyidik menemukan jejak lokasi GPS yang menandai pergerakan ponsel Saepullah pada malam kejadian, bertepatan dengan lokasi di mana mayat korban ditemukan. Bukti ini memperkuat dugaan bahwa Saepullah berada di tempat kejadian pada waktu kritis.
Polisi menegaskan bahwa keberadaan Saepullah dalam komunitas tersebut tidak serta-merta menjadi faktor utama dalam kasus pembunuhan, melainkan menjadi salah satu unsur yang membantu memetakan jaringan sosial pelaku. Penyelidikan masih berlangsung, dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum terkonfirmasi.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan berat yang terjadi di Depok dalam beberapa bulan terakhir, memicu keprihatinan publik terhadap keamanan lingkungan serta perlunya penegakan hukum yang tegas.