Setapak Langkah – 07 Agustus 2026 | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) pada hari Selasa mengumumkan temuan awal dari penyelidikan sebuah makalah yang dipublikasikan di platform SSRN. Makalah tersebut membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mencantumkan nama tokoh politik Prabowo Subianto sebagai salah satu inisiator atau pendukung utama.
- Kurangnya data empiris yang dapat diverifikasi.
- Penggunaan sumber sekunder yang tidak tercantum secara lengkap.
- Potensi konflik kepentingan karena penulis tampak berafiliasi dengan lembaga yang mendapat manfaat langsung dari program MBG.
Berikut ini rangkaian langkah yang akan diambil Kemendikti dalam lanjutan penyelidikan:
- Verifikasi keabsahan kepenulisan dan afiliasi penulis.
- Pemeriksaan silang (cross‑check) terhadap data yang diklaim dalam makalah.
- Wawancara dengan pihak pelaksana MBG di tingkat nasional dan daerah.
- Penyusunan laporan akhir yang akan diserahkan kepada Kejaksaan serta Komisi Etik Penelitian.
Jadwal Sementara Penyidikan
| Tahap | Waktu |
|---|---|
| Pembentukan tim investigasi | 1–5 Agustus 2026 |
| Pengumpulan bukti dan dokumen | 6–20 Agustus 2026 |
| Wawancara stakeholder | 21–30 Agustus 2026 |
| Penyusunan draft laporan | 1–10 September 2026 |
| Rilis laporan final | 15 September 2026 |
Jika terbukti bahwa makalah tersebut mengandung data yang dimanipulasi atau menyimpang dari fakta, Kemendikti berhak menuntut pertanggungjawaban akademik dan hukum terhadap penulis maupun pihak yang terkait. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga integritas program MBG serta memastikan bahwa setiap upaya promosi internasional berbasis fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pengungkapan ini diharapkan dapat menambah transparansi dalam proses nominasi Nobel dan sekaligus memberikan sinyal kepada publik bahwa program MBG tidak dijadikan alat politik semata.