Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,97 triliun selama semester pertama tahun 2026, meningkat 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini menandai kinerja positif perusahaan transportasi terbesar di Indonesia dalam menghadapi tantangan pasar pasca‑pandemi.
Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada pertumbuhan tersebut antara lain peningkatan volume armada taksi, ekspansi layanan digital, serta pemulihan permintaan mobilitas di kota‑kota besar. Selain itu, strategi diversifikasi layanan seperti layanan antar barang dan kemitraan dengan platform ride‑hailing turut menambah aliran pendapatan.
Berikut rangkuman data keuangan utama Blue Bird untuk semester I 2026:
| Indikator | Semester I 2025 | Semester I 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp 2,67 triliun | Rp 2,97 triliun | +11,3% |
| Laba Bersih | Rp 350 miliar | Rp 410 miliar | +17,1% |
| Jumlah Armada | 15.200 unit | 16.400 unit | +7,9% |
Dengan peningkatan tersebut, Blue Bird diproyeksikan akan melanjutkan tren pertumbuhan positif pada paruh kedua tahun 2026. Manajemen menargetkan pendapatan tahunan mendekati Rp 6 triliun, didukung oleh peluncuran layanan baru dan optimalisasi operasional.
Investor dan analis pasar menilai kinerja keuangan yang kuat ini sebagai sinyal kepercayaan terhadap model bisnis taksi konvensional yang berhasil beradaptasi dengan era digital. Namun, tetap diperlukan perhatian terhadap persaingan intensif dari layanan ride‑hailing serta fluktuasi biaya bahan bakar.