Setapak Langkah – 05 Agustus 2026 | Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terus melaju, mencatat 63 juta pengguna aktif pada akhir 2023. Angka ini mencerminkan adopsi luas metode pembayaran digital di kalangan konsumen dan pelaku usaha.
Namun, pertumbuhan penggunaan QRIS belum berbanding lurus dengan kemudahan akses modal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyak pemilik UMKM masih menghadapi hambatan dalam memperoleh pembiayaan yang cukup untuk mengembangkan usahanya.
- Keterbatasan data keuangan formal: Sebagian besar UMKM belum memiliki laporan keuangan yang terstandarisasi, menyulitkan lembaga keuangan dalam menilai kelayakan kredit.
- Rendahnya literasi keuangan digital: Meski familiar dengan QRIS untuk transaksi, pemilik UMKM kurang memahami produk pembiayaan digital.
- Persyaratan agunan dan jaminan: Bank konvensional masih mengutamakan agunan fisik, padahal banyak UMKM tidak memiliki aset yang dapat dijadikan jaminan.
- Biaya administrasi dan bunga tinggi: Penawaran pembiayaan non‑bank sering kali disertai tarif bunga yang lebih tinggi, membuat UMKM enggan mengajukan pinjaman.
Di sisi lain, ekosistem fintech menawarkan peluang baru. Beberapa platform digital menyediakan layanan pinjaman berbasis data transaksi QRIS, e‑wallet, dan riwayat penjualan online.
| Jenis Pembiayaan | Contoh Penyedia | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Pembiayaan Bank Konvensional | Bank BRI, Bank Mandiri | Tarif bunga kompetitif, jaringan luas | Proses aplikasi lama, persyaratan agunan |
| Fintech Peer‑to‑Peer | Kredivo, Modalku | Proses cepat, berbasis data digital | Bunga relatif lebih tinggi, batas pinjaman terbatas |
| Program Pemerintah | Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program UMKM | Suku bunga bersubsidi, dukungan regulasi | Kuota terbatas, prosedur birokrasi |
Untuk mengoptimalkan manfaat QRIS sebagai pintu masuk pembiayaan, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan penyedia teknologi. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Mengintegrasikan riwayat transaksi QRIS ke dalam skor kredit digital.
- Memberikan pelatihan literasi keuangan digital bagi pemilik UMKM.
- Menurunkan persyaratan agunan dengan mengadopsi model jaminan berbasis aset tidak bergerak atau faktur.
- Mendorong inovasi produk pembiayaan dengan tenor fleksibel dan bunga kompetitif.
Jika upaya tersebut berhasil, potensi ekonomi digital Indonesia dapat tumbuh secara inklusif, menjadikan QRIS tidak hanya sebagai sarana pembayaran, tetapi juga sebagai katalisator pembiayaan bagi jutaan UMKM di seluruh nusantara.